Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Resmi! Coach Reva Pimpin PSIR Rembang, Targetkan Promosi ke Liga 3

Ali Mahmudi • Jumat, 7 November 2025 | 00:30 WIB

 

HARAPAN BARU: Yulian Syahreva  digaet Persatuan Sepakbola Indonesia Rembang (PSIR) untuk mengarungi liga 4 putaran Jawa Tengah.
HARAPAN BARU: Yulian Syahreva digaet Persatuan Sepakbola Indonesia Rembang (PSIR) untuk mengarungi liga 4 putaran Jawa Tengah.

REMBANG – Di tengah hiruk-pikuk persiapan Liga 4 Putaran Jawa Tengah 2025/2026, nama Yulian Syahreva—atau akrab disapa Coach Reva atau Coach YS—membuat heboh pecinta sepak bola Rembang.

Pria asal Painan, Sumatera Barat, ini baru saja digaet Persatuan Sepakbola Indonesia Rembang (PSIR) untuk mendampingi Laskar Dampo Awang.

Siapa sangka, di balik senyum ramahnya yang tenang, Coach Reva menyimpan perjalanan karir panjang dari lapangan rumput kecil di kampung halaman hingga bangku cadangan klub-klub Liga 2 nasional.

Lahir di Painan, Pesisir Selatan, pada 24 Juli 1989, Yulian Syahreva tumbuh di tengah budaya sepak bola yang kental di Sumatera Barat. Masa kecilnya bukanlah kisah dramatis ala film olahraga, tapi justru penuh ketekunan. "Saya mulai dari nol," kenangnya.

Bukan sebagai pemain bintang, melainkan sebagai pelatih muda yang mengasah ilmu di SSB Painan Yunior dan PSTS Tabing.

Di sana, ia belajar membangun fondasi fisik dan mental anak-anak, sambil mengejar pendidikan formal.

Lulusan S1 Pendidikan Kepelatihan Olahraga Fakultas Ilmu Keolahragaan (FIK) Universitas Negeri Padang (2007-2011), ia melanjutkan ke S2 Manajemen Pendidikan Olahraga di kampus yang sama (2012-2014). Kini, dengan Lisensi B AFC dan B Nasional di tangan, Coach Reva siap "merevitalisasi" tim-tim yang ia latih.

Perjalanan profesionalnya seperti roller coaster yang menarik. Awal karir di level lokal tak membuatnya puas. Pada 2019, ia melangkah ke panggung nasional sebagai pelatih fisik Elite Pro Academy (EPA) PSIS Semarang—sebuah klub Liga 1 saat itu.

Di sana, ia belajar dari para ahli, mengasah kemampuan membangun stamina pemain di tengah tekanan kompetisi ketat. "Itu momen krusial, belajar dari yang terbaik," ujarnya.

Tak berhenti di situ, Coach Reva menyusul mentornya, Jafri Sastra, ke Kalteng Putra pada pertengahan 2023. Sebagai asisten pelatih di "Laskar Isen Mulang", ia berkontribusi membentuk skuad yang tangguh di Liga 2, meski harus menghadapi tantangan adaptasi di Kalimantan Tengah.

"Saya butuh belajar banyak dari senior-senior, menggali potensi diri untuk jadi pelatih handal," akunya saat itu.

Puncaknya, Bergabung dengan Sriwijaya FC pada September 2024 sebagai pelatih fisik di Liga 2 Pegadaian. Bersama Jafri Sastra lagi, ia membantu Laskar Wong Kito—klub bersejarah Sumatera Selatan yang pernah juara Liga Indonesia 2007/2008—menavigasi musim yang penuh gejolak.

Sayang, perjalanan di Palembang terhenti lebih awal pada Maret 2025, saat klub mempertimbangkan perombakan staf pelatih.

 "Itu bagian dari sepak bola, tantangan yang bikin kita lebih kuat," kata Coach Reva, yang kini berusia 36 tahun, dengan nada optimis.

Pengalamannya di SFC tak sia-sia: ia belajar mengelola tim di bawah tekanan degradasi, membangun fisik pemain untuk bertahan di kompetisi panjang.

Kini, Coach Reva tiba di Rembang pada Rabu, 29 Oktober 2025, membawa aura baru bagi PSIR—tim legendaris yang pernah berjaya di Divisi Utama tapi kini berjuang di Liga 4.

"PSIR ini tim legendaris, dulunya di divisi utama. Saya lagi observasi pemain secara individu dan tim. Yang jelas, kita persiapkan sebaik mungkin jelang Desember," ungkapnya saat ditemui Jumat (31/10), di sela latihan perdana. Tantangan? Banyak.

PSIR butuh optimalisasi fisik dan taktik untuk bersaing di Jawa Tengah. Tapi, Coach Reva optimis: "Bagaimana nanti kita lihat lagi marwah sepak bola Rembang yang lebih baik dan disegani di kancah Jawa Tengah maupun nasional," ujarnya

Dukungan datang dari Ketua Umum PSIR, Nur Hasan, yang langsung menyematkan jargon "Wayahe Bangkit". "Kita targetkan peringkat atas di Liga 4 untuk promosi ke Liga 3. Semoga dengan Coach Reva, PSIR bangkit. Kami mohon restu dan dukungan masyarakat Rembang," tegasnya.

Bagi Coach Reva, ini bukan sekadar pekerjaan, tapi panggilan. Dari Painan ke Semarang, Kalimantan, Sumatera Selatan, kini Jawa Tengah—ia siap menorehkan babak baru di Liga 4 Desember mendatang. (ali)

Editor : Mahendra Aditya
#Stadio Krida #sepak bola #lisensi pelatih #psir rembang #Pengcab PSSI Rembang #Liga 4 Jawa Tengah