REMBANG – PSIR Rembang menatap kompetisi Liga 4 Jawa Tengah musim 2024/2025 dengan semangat baru.
Ketua PSIR Rembang, Nur Hasan, optimistis tim kesayangannya mampu promosi ke Liga 3 pada kompetisi 2025/2026. Diawali dengan mendatangkan pelatih berlisensi B Nasional Yulian Syahreva.
Nur Hasan menegaskan, promosi ke level 3 menjadi prioritas utama.
"Kami targetkan kompetisi 2025/2026 ini, PSIR bisa promosi level 3. Kami mohon doa dan restu masyarakat dan pencinta sepak bola di Rembang. Tanpa dukungan masyarakat tentu target itu sulit kita raih," katanya.
Langkah awal pembenahan difokuskan pada sektor kepelatihan.
PSIR bakal merekrut Yulian Syahreva, mantan pelatih fisik Sriwijaya FC yang pernah mendampingi Coach Jafri Sastra di Liga 2.
“Pelatih sudah melihat potensi pemain. Melihat materinya ada optimisme besar untuk bisa naik level 3,” ujarnya.
Selain itu, proses kontrak pemain asli Rembang sedang intensif dilakukan.
"Talenta pemain lokal masih jadi tumpuan utama tim. Kami optimistis jika semua solid, target naik level 3 tidak sulit," tandas pria asal Sedan ini.
Meski mengandalkan talenta lokal, Nur Hasan tidak menutup kemungkinan mendatangkan pemain berkualitas dari luar daerah.
"Teknis nanti kami serahkan pada manajemen untuk meramu tim sebaik mungkin," ujarnya.
Di internal manajemen, pembenahan juga dilakukan, termasuk melengkapi struktur organisasi.
Nur Hasan membuka peluang bagi pecinta sepak bola Rembang untuk turut bergabung.
"Sepak bola ini kan pemersatu masyarakat. Jadi besar harapan kami masyarakat memberikan dukungan penuh untuk prestasi daerah," imbuhnya.
Laskar Dampo Awang-julukan PSIR Rembang musim 2024/2025 lalu tergabung di Grup B Liga 4 Jawa Tengah 2024/2025 bersama Persebi Boyolali, Persika Karanganyar, PPSM Magelang, Persipur Purwodadi, dan Persiharjo Sukut Sukoharjo.
Dari 10 laga penyisihan, PSIR hanya meraih satu kemenangan (3-0 atas Persiharjo Sukoharjo), tanpa seri, dan menelan sembilan kekalahan, dengan catatan 9 gol dicetak dan 22 kebobolan.
Hasil itu menempatkan Laskar Dampo Awang di posisi juru kunci dengan 3 poin, gagal lolos ke babak 8 besar.
Dua tim yang lolos dari Grup B adalah Persebi Boyolali (23 poin) dan Persika Karanganyar (22 poin).
Kekalahan terbesar 0-7 dari Persika serta sanksi larangan penonton di laga terakhir menjadi catatan buruk, sekaligus pelajaran berharga untuk target promosi ke Liga 3 musim 2025/2026. (ali)
Editor : Mahendra Aditya