Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Baznas Rembang Distribusi Pemberian Makanan Tambahan, Jambaniasi hingga Entaskan RTLH

Redaksi Radar Kudus • Kamis, 30 Oktober 2025 | 16:40 WIB

 

DISALURKAN: Gus Wabup bersama Kepala Dinkes, Kepala Kemenag, Ketua Baznas Mohammad Ali Anshory distribusikan penyaluran bantuan di aula Baznas Rembang kemarin.
DISALURKAN: Gus Wabup bersama Kepala Dinkes, Kepala Kemenag, Ketua Baznas Mohammad Ali Anshory distribusikan penyaluran bantuan di aula Baznas Rembang kemarin.

REMBANG – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Rembang menyalurkan pendistribusian program Rembang Sehat, Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) hingga bantuan modal.

Membantu penurunan kemiskinan dan pencegan anak stunting.

Penyaluran dihadiri  Wakil Bupati Rembang, Mochamad Hanies Cholil Barro’, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes), dr Ali Syofi’i, Kepala Kantor Kementrian Agama (Kemenag), Moh. Mukson.

Bersama-sama mendampingi Ketua Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Rembang, Mohammad Ali Anshory.

Ketua Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Rembang, Mohammad Ali Anshory menyampaikan ada empat penyaluran dari program Baznas Rembang.

Pertama Rembang Sehat, bantuan pembangunan jamban (jambanisasi) tahun 2025, untuk 16 orang x 3 juta total Rp 48 juta.

Berikutnya ada program Rembang Sehat, bantuan suplemen / pemberian makanan tambahan (PMT) bagi balita stunting tahun 2025, untuk 230 anak x 500 ribu, total Rp 115 juta. Lalu bantuan RTLH 10 unit dan bantuan modal 4 orang.

”Kesempatan ini kita manfaatkan bersama-sama membantu masyarakat,” komitmenya.

Ali menjelaskan penerima variatif se-Kabupaten Rembang. 

Menekankan wilayah  desa-desa kemiskinan ekstrim. Data kerjasama Dinkes Rembang dan Bappeda serta Dinas Perumahan Kawasan Perumukiman (DPKP).

”RTLH sesungguhnya melengkapi yang sudah kami salurkan bulan Juni. Masih ada kurang kira-kira 15 unit. Rabu ini (29/10) terpenuhinya 10 unit. Melengkapi jumlah yang diberikan 50 unit. Per rumah 20 juta tanpa potongan,” tegasnya.

Begitupun program Jambanisasi. Interfensi dari BAZNAS kepada wilayah kemiskinan ekstrim menjadi program Dinkes dan Bappeda Rembang.

Saat ini masih perlu sisir wilayah dan warga yang belum punya jamban.

Kemudian  bantuan usaha ada warga yang usaha mereka butuh modal kecil. Seperti bakul jajan, sayur dan lain sebagainya.

Salah satunya program Baznas membantu pedagang kecil dalam rangka meningkatkan kesejahteraan mereka.

”Kedepan sebagaimana  ada ZMart di Kabupaten Rembang ada 50 unit. Insya allah pada tahun ini kita angkat lagi ada sekitar 60 unit. Masih proses. Ditunjuk 6 kecamatan Sarang, Sedan, Sale, Sulang Kaliori dan sumber. Kira kira biaya Rp 450 juta,” imbuhnya.

Wakil Bupati Rembang, Hanies Cholil Barro mengaresiasi program Baznas Rembang.

Seperti yang diketahui jambanisasi dan pemberian makanan tambahan (PMT), Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) serta modal usaha relevan dengan program prioritas Kabupaten.

”Program yang sangat baik. Erat kaitanya program kabupaten, penurunan kemiskinan dan pencegahan anak stunting,” kata Gus Wabup.

Tentu bahagia. Ucapkan terimakasih pada Baznas atas program tersebut. Menurutnya itu kerjasama yang  sebenarnya sudah beberapakali kita lakukan.

”Untuk angka kemiskinan tahun ini turun satu digit tinggal 13 persen. Angka stunting turun tiga digit 3 persen tinggal 15,8 persen. Salah satunya karena kerjasama dengan Baznas,” pungkasnya. (noe)

Editor : Ali Mustofa
#bantuan #masyarakat #rtlh #rembang #jambanisasi #baznas #kemiskinan #Makanan Tambahan