REMBANG – Pemdes Jatihadi, Kecamatan Sumber, mengaku was was lantaran jalan desa yang baru saja rampung dibangun akan segera rusak lantaran dilalui kendaraan berat dampak pengalihan arus akibat sayapan jembatan antarkabupaten Rembang-Pati ambrol, Senin lalu (27/10).
Dikabarkan sebelumnya ambrolnya sayapan jembatan terjadi karena derasnya arus air saat banjir menerjang Sumber akhir pekan lalu. Agar kerusakan tak meluas kendaraan berat dialihkan dari dua arah Rembang-Pati.
Kemarin rambu-rambu larangan roda empat melintas sudah dipasang di dari arah timur (Rembang) dipasang di pertigaan Sumber-Jatihadi dan dari arah barat (Pati) dipasang di depan gang masuk Desa Jatihadi. Sementara lubang jalan ditanami pohon pisang sebagai rambu-rambu.
Sementara kendaraan roda empat dialihkan, dari arah Jaken (Pati), pengendara bisa masuk Desa Jatihadi tembus Polsek Sumber.
Sedangkan dari arah timur atau Sekarsari, bisa lewat Polsek Sumber, ke Desa Jatihadi. Bisa juga, dari Desa Wiroto – Maguan – Pasar Kuniran
Sekretaris Desa Jatihadi, Kecamatan Sumber, Markum mengaku jalan desa baru dibangun belum ada sebulan.
Pengaspalan jalan hanya pengaspalan biasa, tidak menggunakan aspal goreng. Sehingga jika dibandingkan dengan asapal goreng di jalan raya memang tidak kuat jika dilintasi kendaraan berat. “Kalau dilintasi truk tebu dan truk dump tentu tidak kuat karena jalan desa,” ujarnya.
Pihaknya pun mengimbau para sopir truk yang bisa melintas jalur alterntif ke Pati bisa langsung mengakses jalur pantura Dresi.”Kalau bisa kendaraan berat langsung lurus saja lewat Dresi, Kaliori,” tambahnya. (ali)
Editor : Mahendra Aditya