Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Hampir Setiap Tahun Sumber Rembang Jadi Langganan Banjir, Ini Faktor Penyebabnya

Ali Mahmudi • Senin, 27 Oktober 2025 | 15:55 WIB
AIR BAH: Jembatan batas kabupaten Rembang-Pati di Desa Kedungtulup, Sumber, (Rembang) dan Desa Sumberagung, Jaken, (Pati), diterjang derasnya air bah dari kawasan hutan setempat.
AIR BAH: Jembatan batas kabupaten Rembang-Pati di Desa Kedungtulup, Sumber, (Rembang) dan Desa Sumberagung, Jaken, (Pati), diterjang derasnya air bah dari kawasan hutan setempat.

 

REMBANG - Banjir di Kecamatan Sumber, Rembang, terjadi hampir setiap tahun.

Hal ini dipicu selain intensitas hujan tinggi, juga dipicu pendangkalan sungai dan gundulnya hutan di wilayah setempat.

Catatan Jawa Pos Radar Kudus setidaknya banjir kali pertama terjadi di 2018, 2019, 2022, dan 2025.

Banjir terparah terjadi di tahun 2022 saat itu, banjir menerjang Kecamatan Sumber hingga Kaliori. Ribuan rumah, sawah, jembatan, dan sekolah terdampak.

Bahkan di tahun 2025 ini banjir di Sumber terjadi dua kali. Yakni di Maret dan Bulan Oktober ini.

Ahmad salah satu warga Sumber mengaku tiap kali hujan lebat sudah hampir dapat dipastikan air sungai meluap.

Kondisi itu dipicu penyempitan dan pendangkalan alur sungai.

“Jadi Intensitas hujan tinggi. Tidak diimbangi dengan saluran air yang memadai. Kondisi ini diperparah karena hutan gundul sehingga tidak ada resapan air. Air langsung turun ke bawah,” tandasnya.

Menurutnya selain faktor kerusakan lingkungan. Faktor buang sampah sembarangan juga menjadi pemicu saluran sungai tersumbat.

“Kondisi ini diperparah karena alur sungai kadang tersumbat dapuran bambu yang longsor,” tambahnya.

Atas kondisi tersebut pihaknya berharap semua pihak mencari solusi bersama. Menurutnya saat ini upaya jangka pendek melakukan normalisasi sungai.

“Memang banjir hanya lewat sebentar. Tapi arusnya deras sekali. Kalau hujan siang hari warga masih bisa jaga-jaga. Tapi kalau malam hari kan bahaya,” ujarnya. (noe/ali)

Editor : Ali Mustofa
#Pendangkalan #hujan #banjir #rembang #sampah