REMBANG – Ratusan pekerja pabrik sepatu di Rembang menyerbu pasar murah. Mereka borong bahan-bahan pokok selepas pulang kerja.
Kegiatan ini berlangsung 3 hari, sejak tanggal 14-16 Oktober di kawasan pabrik. Ada pemberian subsidi produk maksimal Rp 10 ribu untuk 5 paket.
Pantauan Jawa Pos Radar Kudus lokasi pasar murah berada di dekat pos pintu jaga kawasan pabrik sepatu Rembang.
Ada beberapa stand bazar yang didirikan. Petugas yang melayani berasal dari anggota serikat pekerja.
Kegiatan itu hasil kolaborasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesian (SPSI) dan Serikat Pekerja Nasional (SPN) terkait Gerakan Pangan Murah (GPM).
Bertepatan akan ada hari pangan sedunia. Inisiatif menyiapkan kebutuhan pokok PT Parkland World Indonesia (PWI/pabrik sepatu) Rembang.
Salah satunya dengan menggelar pasar teras serikat pekerja. Dengan menyediakan kebutuhan pokok, khususnya para anggota SPSI dan SPN.
Total ada 1500 barang yang disediakan selama kegiatan berlangsung tersebut.
“Ada beberapa item disiapkan dan subsidi selama kegiatan berlangsung,” kata Ketua PUK FSP SPSI PT Parkland World Indonesia (PWI/pabrik sepatu) Rembang, Adimas Dwi Nugroho didampingi Ketua SPN Rembang, Emon Zakaria.
Adimas menjelaskan ada lima item yang diberi subsidi. Per item sebanyak Rp 2.000 ribu, jadi total keseluruhan yang diberikan Rp 10.000 ribu. Antara lain beras, minyak goreng, gula, telur dan mie instan.
Lalu tambahan item yang dijual dalam pasar teras serikat. Tapi non subsidi antara lain bawang merah, bawang putih dan cabai.
Ketiga komoditas tersebut sudah dijual dengan harga murah dibandingkan di pasar.
”Kita bekerjasama Dinas Pertanian dan Pangan (Dintanpan) Rembang dan BPJS Ketenagakerjaan. Dilaksanakan selama tiga hari, Selasa hingga Kamis (14-16/10) setiap pulang kerja,” terangnya.
Adimas mengharapkan dengan digelar pasar teras serikat meningkatkan daya beli karyawan pabrik sepatu Rembang.
Kedua bentuk kepedulian serikat pekerja untuk membantu. Jelasnyan untuk mensejahterakan anggota dan keluarganya.
”Mungkin selama ini mereka belanja cukup tinggi. Adanya bazar ataupun teras pasar murah harapanya benar-benar yang diharapkan teman-teman mendapatkan harga pangan murah,” imbuhnya.
Menurutnya kegiatan selama tiga hari merupakan uji coba. Ketika hasil positif dan memuaskan serta anggota mengingkan kembali akan dilanjut.
Secara rutin 2-3 bulan kegiatan serupa digelar di kawasan pabrik. (noe)
Editor : Ali Mustofa