REMBANG - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rembang menyiapkan langkah penanganan abrasi di wilayah Pantai Karang Jahe.
Tahun depan Detail Engineering Design (DED) mulai disusun.
Baru-baru ini, Bupati Rembang Harno telah meninjau lokasi setelah mendapatkan laporan masyarakat terkait ancaman abrasi di kawasan wisata Pantai Karang Jahe.
Kepala Desa Punjulharjo, Akrom, mengatakan saat ini, abrasi belum sampai menghantam area wisata.
Namun, abrasi sudah berdampak pada area barat dan timur wisata Pantai Karang Jahe. Sehingga,
Ia berharap pembangunan pemecah ombak di sisi timur dan barat dapat mencegah abrasi meluas hingga ke area utama Pantai Karang Jahe yang menjadi lokasi wisata.
“Sebelah timur kan ada abrasi, barat juga abrasi. Yang di sini (area wisata Karang Jahe, Red) masih aman. Kalau musim rendeng (hujan), ombak besar itu abrasi,” katanya.
Bupati Rembang Harno menyampaikan, penanganan abrasi perlu diawali dengan penyusunan DED sebagai perencanaan pembangunan pemecah ombak.
Rencananya, DED akan dikerjakan pada 2026 mendatang.
Setelah itu, Pemkab Rembang akan mengusulkan pembangunan breakwater kepada Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).
“2026 baru membuat DED (DED tentang pembuatan breakwater-red). Setelah DED jadi kita usulkan ke kementerian,” katanya.
Rencana ini mendapat dukungan dari legislatif. Wakil Ketua DPRD Rembang Ridwan mengatakan, pihaknya sepakat bahwa proyek pembangunan dengan nilai besar harus diawali dengan kajian DED.
Hal ini agar pelaksanaannya tepat sasaran. Dengan tahapan tersebut, Ia memperkirakan pelaksanaan pembangunan dapat dilakukan pada tahun 2027 mendatang.
Ia berharap keberadaan pemecah ombak nantinya tidak mengurangi keindahan Pantai Karang Jahe.
“Rencana breakwater ini di ujung timur dan barat Karang Jahe. Dengan catatan, apapun bentuknya breakwater, jangan sampai mengurangi keindahan Karang Jahe,” jelasnya. (vah)
Editor : Ali Mustofa