REMBANG – Tidak ada kata menyerah bagi Ahmad Awaludin, siswa istimewa dari SDN 1 Kalipang, Kecamatan Sarang.
Meski memiliki keterbatasan fisik, semangat belajarnya tak pernah pudar.
Dengan penuh ketekunan, siswa kelas V ini mengikuti Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK) dengan fokus mengoperasikan laptop menggunakan kakinya.
Ahmad Awaludin, putra pasangan Robil dan Zahroh, warga Desa Kalipang, RT 6/RW 1, Kecamatan Sarang, lahir tanpa kedua tangan.
“Betul, anaknya istimewa dari lahir, termasuk penyandang tunadaksa,” ungkap Kepala Sekolah SDN 1 Kalipang, Uji Purwaningsih, saat dikonfirmasi Jawa Pos Radar Kudus.
Namun, keterbatasan itu tidak menghalangi Ahmad untuk mandiri.
Sejak kecil, ia terampil menggunakan kakinya untuk berbagai aktivitas, termasuk menulis dan menggambar.
Bahkan, saat taman kanak-kanak, ia pernah memenangkan lomba mewarnai.
Di SDN 1 Kalipang, sekolah inklusi yang menanamkan sikap toleransi sejak dini, Ahmad mendapat dukungan penuh.
Pihak sekolah menyediakan bangku khusus yang lebih rendah agar ia nyaman menulis.
“Saat kelas I, ia sudah pandai menggunakan kaki untuk menulis dan menggambar. Ia bisa mengikuti pembelajaran seperti teman-temannya,” jelas Uji.
Tantangan baru muncul saat Ahmad harus mengikuti ANBK, ujian berbasis komputer untuk siswa kelas V. Meski demikian, ia mampu menyesuaikan diri.
Dengan pendampingan guru, Ahmad mengoperasikan laptop menggunakan kaki sambil berdiri.
“ANBK diadakan selama dua hari per gelombang. Gelombang pertama diadakan Senin dan Selasa, sedangkan gelombang kedua pada Rabu dan Kamis. Materi yang diujikan meliputi literasi, numerasi, survei karakter, dan survei lingkungan belajar,” papar Uji. (noe)
Editor : Ali Mustofa