REMBANG - Aduan menu Makan Bergizi Gratis (MBG) di Rembang yang diduga basi mendapat respons dari Satgas MBG Kabupaten.
Pengawasan bakal diperketat agar kejadian serupa tidak terulang lagi.
Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Kudus, aduan tersebut disampaikan salah satu sekolah di Kecamatan Rembang soal adanya telur yang basi.
Salah satu anggota Satgas MBG Rembang mengatakan, pihaknya menerima laporan jika menu tersebut belum sempat dikonsumsi siswa.
"Info kemarin baru dibuka, sebagian anak-anak langsung 'huek huek'," kata sumber Jawa Pos Radar Kudus.
Sementara ini, laporan yang masuk dari satu sekolah.
"Kemarin yang menyampaikan ke kami satu sekolah. Jadi kami belum mengetahui untuk sekolah yang lainnya," imbuhnya.
Ketua Satgas MBG Kabupaten Rembang Muhammad Hanies Cholil Barro menyampaikan, pihaknya sudah mendengar aduan tersebut.
Masalah ini dipandang sebagai peringatan penting bagi seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
"Terkait aduan adanya MBG yang basi di Kecamatan Rembang kemarin, Satgas MBG Kabupaten Rembang memandang hal ini sebagai peringatan penting bagi seluruh SPPG agar kualitas dan ketepatan distribusi lebih dijaga," jelasnya.
Sebagai tindak lanjut, Satgas akan mengklarifikasi pihak penyedia maupun sekolah penerima untuk memastikan penyebab makanan tersebut tidak layak konsumsi.
"Satgas segera meminta klarifikasi dari pihak penyedia maupun sekolah penerima untuk memastikan penyebab makanan tersebut tidak layak konsumsi," imbuhnya.
Pria yang juga menjabat sebagai Wakil Bupati Rembang itu menegaskan, kejadian seperti ini tidak boleh terulang lagi.
"Satgas akan memperketat koordinasi agar anak-anak kita mendapat makanan yang aman, sehat, dan bergizi," imbuhnya.
Sejauh ini, kata Hanies, peran Dinas Kesehatan (Dinkes) Rembang sudah masuk dalam anggota Satgas MBG.
"Dinkes jadi anggota Satgas juga, di setiap SPPG juga ada ahli gizi yang bertugas," katanya. (vah)
Editor : Mahendra Aditya