REMBANG – Setelah 18 jam dinyatakan hilang, seorang pemancing yang tenggelam di sekitar dermaga PLTU Rembang akhirnya ditemukan meninggal dunia.
Korban, Nur Rahmat Ramadan (21), warga Desa Soditan RT 5/RW 4, Lasem, diketahui kakinya tersangkut di antara bebatuan. Penemuan dilakukan oleh tim penyelam secara manual.
Berdasarkan informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Kudus, Nur Rahmat hilang pada Minggu (21/9) sekitar pukul 16.00 WIB.
Upaya pencarian malam itu belum membuahkan hasil. Pencarian kembali dilanjutkan pada Senin (22/9) pagi pukul 07.00 WIB, dan korban berhasil ditemukan pada pukul 10.18 WIB.
“Korban ditemukan pukul 10.18. Kondisi jenazah masih utuh dan langsung dibawa ke Puskesmas untuk divisum,” ujar Bambang Adi Wijanarko, Subkor Kedaruratan BPBD Rembang, saat dihubungi kemarin.
Bambang menambahkan, korban ditemukan oleh tim penyelam dari warga Labuhan yang menggunakan peralatan manual.
Mereka dibantu oleh tim Basarnas, BPBD, Satpolairud, serta masyarakat.
Medan penyelaman tidak memungkinkan penggunaan tangki karena dasar laut dipenuhi bebatuan dengan kedalaman 5–10 meter, sementara tepi pemecah ombak relatif landai, kurang dari 2 meter.
Sekitar 15 orang, termasuk TNI, Polri, PMI, dan tim PSC Rembang, ikut terlibat dalam pencarian.
Pencarian dimulai dari sekitar Tempat Pelelangan Ikan (TPI) menuju lokasi mancing di dermaga PLTU Rembang, menggunakan perahu karet dan kapal nelayan, termasuk menyisir tepi bebatuan.
Baca Juga: Tak Ada Kapoknya! Residivis Curanmor Asal Kaliori Rembang Diciduk Polisi Lagi Usai Beraksi di 14 TKP
Posisi korban akhirnya ditemukan di sebelah utara bebatuan paling ujung.
“Korban kakinya tersangkut di bebatuan. Terlihat berusaha meronta naik, tetapi tidak berhasil karena terjepit batu,” terang Bambang.
Bambang pun mengimbau kepada para pemancing untuk selalu menggunakan alat keselamatan, terutama bagi yang tidak mahir berenang atau belum mengenal medan sekitar.
Ia menekankan agar tidak terlalu jauh turun ke laut, terutama saat sore menjelang malam.
Kepala Desa Leran, Kecamatan Sluke, Imron Rosidi, mengatakan insiden ini baru pertama terjadi di wilayah tersebut.
Baca Juga: Gagal Curi Motor di Lapangan Pancur Rembang, Dua Remaja Diamuk Warga, Begini Kronologinya
Lokasi jatuhnya korban berada di sebelah barat jeti PLTU, sekitar 1,5 km dari pemecah gelombang.
Menurutnya, sebenarnya ada larangan untuk mancing di area tersebut, sehingga ke depannya akan disiapkan pelampung demi keselamatan pemancing.
Lokasi tersebut memang menjadi spot favorit, terutama saat libur.
Selain biaya terjangkau, pemancing tidak perlu menggunakan perahu, cukup berjalan di bebatuan membawa peralatan dan umpan.
Spot ini menjadi favorit warga lokal, termasuk dari Kabupaten Pati dan Blora.
Sebelumnya, BPBD Rembang menerima laporan dua orang tenggelam saat mancing. Satu korban selamat, Mohammad Ferdiyanto (21) warga Babagan, Lasem, sempat pingsan.
Kejadian terjadi menjelang magrib di ujung jeti pemecah ombak. Kedua korban diduga terpeleset saat berpindah tempat.
Meskipun gelombang terlihat tenang, arus di dalam cukup deras karena adanya pembuangan.
Begitu mendapat laporan, petugas BPBD melakukan asesmen pada Minggu malam dan kembali melanjutkan pencarian bersama Basarnas pada Senin pagi hingga korban berhasil ditemukan sekitar pukul 10.30 WIB. (noe)
Editor : Ali Mustofa