Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Pemancing Hilang 18 Jam di Dermaga PLTU Rembang, Penyelam Temukan Jenazah dengan Posisi Kaki Terjepit

Redaksi Radar Kudus • Senin, 22 September 2025 | 21:44 WIB

PENYISIRAN: Petugas melakukan penyisiran pemancing tenggelam di sekitar dermaga PLTU Rembang daerah Leran, Sluke, Senin (22/9).
PENYISIRAN: Petugas melakukan penyisiran pemancing tenggelam di sekitar dermaga PLTU Rembang daerah Leran, Sluke, Senin (22/9).

REMBANG – Seorang pemancing berusia 21 tahun ditemukan meninggal setelah terjatuh ke laut di sekitar dermaga PLTU Rembang, sekitar 18 jam setelah hilang.

Korban, Nur Rahmat Ramadan, warga Desa Soditan, RT 5/RW 4 Lasem, ditemukan dengan posisi kaki terjepit di antara bebatuan oleh tim penyelam secara manual.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Kudus, Nur Rahmat hilang pada Minggu (21/9) sekitar pukul 16.00 WIB saat memancing.

Baca Juga: Tak Ada Kapoknya! Residivis Curanmor Asal Kaliori Rembang Diciduk Polisi Lagi Usai Beraksi di 14 TKP

Upaya pencarian pada malam harinya tidak membuahkan hasil. Pencarian kemudian dilanjutkan pada Senin (22/9) pagi dan sekitar pukul 10.18 WIB korban berhasil ditemukan.

“Korban ditemukan pukul 10.18 WIB dalam kondisi jenazah utuh, kemudian langsung dibawa ke Puskesmas untuk divisum,” jelas Bambang Adi Wijanarko, Subkoordinator Kedaruratan BPBD Rembang, saat dihubungi Jawa Pos Radar Kudus .

Bambang menambahkan, korban ditemukan oleh tim penyelam warga Labuhan yang menggunakan alat manual, dengan bantuan Basarnas, BPBD, Satpolairud, serta warga setempat.

Proses penyelaman tidak menggunakan tangki karena medan cukup sulit, banyak bebatuan, dan kedalaman lokasi antara 5 hingga 10 meter.

Di tepi pemecah ombak, kedalamannya relatif dangkal, kurang dari 2 meter.

Sedikitnya 15 orang terlibat dalam pencarian, termasuk TNI, Polri, PMI, tim PSC Rembang, dan masyarakat.

Pencarian dimulai dari sekitar TPI, kemudian dilanjutkan menuju lokasi memancing dekat dermaga PLTU Rembang.

Baca Juga: Pencemaran Limbah Pabrik di Banyudono Kaliori Belum Terselesaikan, DPRD Rembang Ajak Audiensi Kementerian

Perahu karet dan kapal nelayan digunakan untuk menyisir laut, termasuk tepi bebatuan. Posisi korban akhirnya diketahui di sisi utara bebatuan paling ujung.

“Kaki korban tersangkut di antara bebatuan. Ia terlihat berusaha meronta untuk naik, namun tidak berhasil,” kata Bambang.

Ia juga mengimbau kepada para pemancing agar selalu memperhatikan keselamatan.

Bagi yang tidak mahir berenang atau belum mengetahui medan di tepi laut, sebaiknya tidak terlalu jauh masuk ke laut, terutama saat sore hari menjelang gelap. (noe)

Editor : Ali Mustofa
#jenazah #bebatuan #penyelam #memancing #pltu rembang #puskesmas #BPBD