REMBANG – Ratusan warga Tionghoa di Rembang mengikuti tradisi sembahyang rebutan di Kelenteng Hok Tik Bio, Jalan KS Tubun, Sugihan, Sumberjo, Kamis (11/9).
Acara tahunan ini digelar untuk menghormati arwah leluhur, dengan warga berebut sesaji berupa sembako, aneka masakan, dan buah-buahan.
Pantauan Jawa Pos Radar Kudus di lokasi menunjukkan, sembahyang rebutan berlangsung tiga kali, dimulai pukul 11.00 hingga selesai sekitar pukul 13.00.
Ratusan warga sekitar klenteng dari anak-anak hingga lansia, telah menunggu sejak pagi di pintu gerbang klenteng untuk mengambil bagian dalam pembagian sesaji.
Begitu gerbang dibuka, mereka berdesakan mengambil sembako, seperti beras, yang menjadi berkah untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Teguh Santoso, seorang tukang tambal ban, turut serta dalam acara ini. Ia berhasil mendapatkan beras.
“Senang sekali. Biasanya saya di rumah atau kerja tambal ban. Ini baru pertama kali ikut sembahyang rebutan. Dapat beras, bisa dimasak untuk kebutuhan sehari-hari,” ujarnya.
Ketua Umum Yayasan Dwi Kumala Rembang, Budi Karuna Sutikno, menjelaskan bahwa sembahyang King Hoo Ping atau Sembahyang Arwah Leluhur merupakan tradisi tahunan.
Acara ini bertujuan memberikan persembahan kepada arwah leluhur, terutama mereka yang tidak lagi dirawat oleh sanak keluarga.
“Sama seperti di rumah, kami memberikan sesajian untuk menghormati leluhur yang telah meninggal dunia,” katanya didampingi Wakil Ketua Ferry Yuniarto Cahyono dan Bendahara Megah Erisniawati. (noe)
Editor : Ali Mustofa