REMBANG - Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) Perubahan terdapat angka defisit sekitar Rp 17 miliar.
Kekurangan ini akan ditutup dengan pembiayaan dengan jumlah yang sama, sehingga keuangan daerah menjadi seimbang.
Hal ini terungkap saat Rapat Paripurna I yang membahas tentang APBD Perubahan.
Bupati Rembang Harno dalam penjelasannya mengatakan, rancangan pendapatan pada Perubahan APBD dipasang sekitar Rp 2,013 triliun, mengalami kenaikan sebesar 0,23% dari Induk APBD Tahun Anggaran 2025 yang direncanakan, Rp 2,009 triliun.
"Maka terdapat kenaikan sebesar Rp 4,7 miliar," katanya.
Sementara, pada rancangan belanja pada Perubahan APBD direncanakan Rp 2,031 triliun yang mengalami kenaikan sebesar 0,86 persen, dibanding anggaran belanja Induk APBD Tahun Anggaran 2025 sebesar Rp 2,014 triliun.
"Terjadi peningkatan sebesar Rp 17,574 miliar," imbuhnya.
Lebih lanjut, Harno menyampaikan, Rancangan Perubahan APBD Tahun Anggaran ini terdapat defisit sekitar Rp 17,874 miliar, yang akan ditutup melalui penerimaan pembiayaan daerah dengan jumlah yang sama.
"Sehingga pada Rancangan Perubahan APBD Tahun Anggaran 2025 menjadi balance," katanya.
Harno mengatakan, Pembahasan Raperda Perubahan APBD 2025 bertujuan menyinkronkan program dan kegiatan baru yang berkaitan dengan dana transfer pemerintah pusat, sehingga mempengaruhi belanja daerah.
"Guna mempercepat program-program pembangunan yang mendesak untuk segera dilaksanakan," katanya.
Melalui perubahan APBD, akan diupayakan seoptimal mungkin untuk menampung aspirasi masyarakat.
Selain itu juga menyempurnakan program yang sudah berjalan maupun belum teranggarkan.
Ia optimistis kebijakan anggaran yang disepakati bersama dapat dimanfaatkan secara efektif. (vah)
Editor : Mahendra Aditya