REMBANG - Jenazah JH, ASN Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPKP) Rembang telah selesai diautopsi.
Polisi juga telah mengamankan sejumlah barang bukti dan memeriksa tiga saksi.
Diberitakan Jawa Pos Radar Kudus sebelumnya, jenazah perempuan berinisial JH ini awalnya diketahui oleh seorang pemancing.
Saat ditemukan, mayat tersebut mengenakan seragam khaki.
Lokasinya berada di sekitar breakwater area pantai Desa Tasikagung, Rembang sebelah barat Taman Kartini.
Berdasarkan rekaman video yang beredar, kondisi jenazah terlihat mengapung di bawah bebatuan breakwater.
Proses evakuasi dilakukan oleh Polair Polres Rembang Senin (11/8) sekitar pukul 10.00.
Setelah itu jenazah dilakukan pemeriksaan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. R. Soetrasno Rembang.
Plt Direktur RSUD dr. R. Soetrasno Rembang Samsul Anwar menyampaikan, berdasarkan hasil visum, ditemukan luka pada tubuh korban.
Di antaranya, patah tulang di tiga titik tangan sebelah kiri. Selain itu, juga terdapat memar di kepala yang diduga dari benturan.
Jenazah kemudian diautopsi oleh Bidokkes Polda Jateng pada Senin (11/8) malam.
Kasat Reskrim Polres Rembang, AKP Alva Zakya Akbar menyampaikan, tim dokter forensik mulai memeriksa sekitar pukul 18.00 sampai dengan 20.00.
"Sekira dua jam," katanya.
Hasilnya akan disampaikan 14 hari setelah pemeriksaan.
Sehingga, terkait dengan penyebab kematian, pihaknya belum bisa menarik kesimpulan.
Meski begitu, sejumlah barang bukti kini telah diamankan, seperti pakaian, sepatu, kacamata, dan alat komunikasi.
"Proses pemeriksaan saksi sudah beberapa, tiga. Ada pihak keluarga dan saksi sekitar terutama yang menemukan pertama kali," jelasnya.
Sementara itu, informasi yang beredar, JH diketahui sempat mengikuti apel pagi di kantor DPKP.
Setelah apel, korban keluar sendirian. Seiring dengan kabar tersebut, juga beredar rekaman CCTV di sekitar Tugu Adipura.
Pada video tersebut terlihat seorang perempuan berseragam khaki berjalan kaki sekitar pukul 08.10.
Perempuan tersebut berjalan ke arah barat, melewati kantor Bupati Rembang dan Taman Kartini searah menuju Desa Tasikagung.
Dikonfirmasi soal CCTV tersebut, Iptu Alva mengatakan, sementara ini pihaknya masih melakukan pendalaman.
"Masih pendalaman oleh kami untuk CCTV yang sudah beredar di masyarakat," katanya. (vah)
Editor : Mahendra Aditya