Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Jenazah ASN Rembang Ditemukan Mengapung di Pantai : Sempat Ikut Apel Pagi, Kematian Diperkirakan Kurang dari 4 Jam

Vachri Rinaldy • Senin, 11 Agustus 2025 | 22:15 WIB
Satpol PP Rembang berada di lokasi penemuan mayat.
Satpol PP Rembang berada di lokasi penemuan mayat.

REMBANG - Jenazah Aparatur Sipil Negara (ASN) yang ditemukan di area Pantai Tasikagung, Rembang teridentifikasi sebagai pegawai Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPKP).

Informasi yang dihimpun, yang bersangkutan sempat mengikuti apel pagi.

Berdasarkan hasil visum, diperkirakan kematian kurang dari 4 jam.

Jenazah perempuan berinisial JH ini awalnya diketahui oleh seorang pemancing.

Saat ditemukan, mayat tersebut mengenakan seragam khaki.

Lokasinya berada di sekitar breakwater area pantai Desa Tasikagung, Rembang sebelah barat Taman Kartini.

Berdasarkan rekaman video yang beredar, kondisi jenazah terlihat mengapung di bawah bebatuan breakwater.

Proses evakuasi dilakukan oleh Polair Polres Rembang.

Kasat Polair Polres Rembang AKP Mundi menyampaikan evakuasi dilakukan Senin (11/8) sekitar pukul 10.00.

Atribut pada seragam menunjukkan pegawai Pemkab Rembang dan terdapat tanda KORPRI.

Sampai dengan Senin (11/8) siang, jenazah masih menjalani pemeriksaan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. R. Soetrasno Rembang.

Pantauan Jawa Pos Radar Kudus, saat berada di sekitar ruang jenazah RSUD, suami korban datang.

Pria yang saat itu mengenakan seragam khaki tersebut terlihat langsung menangis begitu memasuki ruang jenazah tempat sang istri.

Saat ditanya oleh beberapa pihak, ia mengatakan sempat mengantar sang istri berangkat bekerja.

"Boncengan sama saya," katanya.

Plt Direktur RSUD dr. R. Soetrasno Rembang Samsul Anwar menyampaikan, berdasarkan hasil visum, ditemukan luka pada tubuh korban.

Di antaranya, patah tulang di tiga titik tangan sebelah kiri.

Selain itu, juga terdapat memar di kepala. Luka tersebut diduga dari benturan.

"Ada luka memar di kepala, di atas hidung," katanya.

"Untuk kematian ini kenapa (harus dilakukan) otopsi," ujarnya.

Anwar menyampaikan, untuk memastikan penyebab kematian, perlu dilakukan otopsi.

Disinggung soal waktu kematian, ia menjelaskan, kemungkinan JH meninggal tidak lebih dari 4 jam.

"Kemungkinan meninggal tidak lebih dari 4 jam. Kemungkinan, kalau dari sisi teori medis," katanya saat dikonfirmasi Senin (11/8) sekitar pukul 12.30.

Sementara itu, informasi yang beredar JH diketahui sempat mengikuti apel pagi di kantor DPKP.

Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Rembang Arif Romadhon menyampaikan, informasi yang ia terima, JH merupakan seorang Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) yang baru saja diangkat pada 2025.

"Katanya (mengikuti) apel pagi," katanya.

KBO Reskrim Polres Rembang Iptu Widodo Eko Prasetyo menyampaikan, sampai dengan Senin (11/8), kondisi jenazah masih dalam pemeriksaan. "Sampai saat ini masih proses pemeriksaan," katanya. (vah)

Editor : Ali Mustofa
#jenazah #ASN Rembang Ditemukan Meninggal #Pantai Tasikagung #rembang #ASN Rembang #temuan mayat