REMBANG - Bantuan pangan (Banpang) beras di Kabupaten Rembang kemarin (29/7) terakhir droping di 14 kecamatan dari Bulog. Namun penyaluran belum tuntas. Masih bertahan sampai satu minggu kedepan.
Kabar terkini itu disampaikan Kabid Ketahanan Pangan, Kabupaten Rembang Dyah Ajeng Trenggonowati.
Ia menjelaskan dinampika dilapangan hampir sama tahun-tahun sebelumnya. Yakni data yang kurang akurat.
”Data kurang akurat. Misalnya penerima masih tidak update. Kedua penurunan dari jumlah penerima,” kata Ajeng saat dihubungi Jawa Pos Radar Kudus kemarin.
Lebih lanjut Ajeng menginformasikan serba-serbi dibawah. Banyak sekali satu desa turun jumlah penerimanya.
Kemudian penerimanya ada beberapa yang sudah meninggal, kemudian pindah tempat.
”Pokoknya tidak update. Kendala-kendala itulah yang sulitkan dari pihak desa untuk verifikasi dahulu,” terangnya.
Penerima Banpang harus diverifikasi. Jika meninggal atau ternyata orang penerima mampu menggantikan dengan yang lebih berhak.
Beberapa alasan itulah makanya untuk penyaluran sampai ke penerima agak lama.
”Mereka dikasih waktu 5-6 hari untuk melakukan verifikasi di desa,” katanya.
Hanya secara lebih detail dinas belum ada datanya. Karena untuk penyaluran langsung dipegang oleh jasa logistik.
Jadi mereka yang mengetahui berapa prosentase penyaluran Banpang yang sudah tersalurkan by name.
Dinas tidak mengetahui data secara langsung. Begitupun turunnya jumlah penerima. Itu juga diluar kewenangan dinas. Karena data langsung turun dari Mengko Pangan.
”Tugas dari dinas hanya mengecek kualitas dan kuantitas beras dari gudang Bulog sampai panyaluran,” sambungnya.
Ia menambahkan untuk penggantian dan verifikasi kewenangan dari desa. Dari petugas ada formulir untuk penggantian penerima.
Sama seperti tahun sebelumnya. Ada surat pernyataan tanggung jawaban mutlak (SPTJM), penggantian, berita acara.
”Jadi benar-benar ada keterangan, misalnya meninggal, sudah mampu dan digantikan orang lain yang lebih membutuhkan,” penekananya.
Sebagaimana diberitakan sebelumnya Bulog Rembang menyalurkan Banpang beras untuk masyarakat Kota Garam, sebutan Kabupaten Rembang. Sudah dimulai Selasa (22/7). Banpang disalukan karena melihat kenaikan beras beberapa waktu ini.
Secara teknis untuk alokasi bulan Juni dan Juli, tapi diberikan 1 kali di bulan Juli dengan kouta 2 X 10 kg per keluarga penerima manfaat (KPM).
Dengan adanya penyaluran Banpang kembali diharapkan dapat menstabilkan kembali harga beras yang sudah mulai naik, sehingga inflasi tetap terjaga.
Jadwal yang diterima Bidang Ketahanan Pangan Rembang, distribusi sebelum akhir bulan Juli 2025 rampung. Untuk disalurkan 128,130 KPM, dengan total beras 1,281, 300 kg. (Wisnu Aji)
Editor : Mahendra Aditya