KEASRIAN di wilayah pegunungan Argopuro bisa dinikmati melalui Bukit Cendana Reborn, Desa Candimulyo, Sedan.
Tidak hanya sekadar lanskap deretan perbukitan, jika beruntung juga bisa melihat tingkah satwa-satwa liar.
Akses wisata ini sekarang lebih mudah.
Dulu, pengunjung perlu berjalan kaki melewati rute menanjak.
Sekarang, setelah diluncurkan sekitar akhir Juni lalu, kendaraan roda dua sudah bisa dibawa sampai atas.
Selain itu, pengelola juga menyediakan ojek.
Setelah sampai atas, pengunjung langsung bisa menikmati pemandangan alam nan asri.
Dari puncak bukit, deretan bukit di kompleks pegunungan Argopuro langsung menyambut.
Pemandangan hijau begitu memanjakan mata.
Jika beruntung, dari atas sini juga terlihat kera-kera yang berjalan di lembah-lembah sekitar Bukit Cendana.
En Arthur, salah satu pengelola mengatakan, terkadang juga ada satwa-satwa lain seperti kijang, kera ekor panjang, elang, dan lutung jawa.
Di sini, pengunjung juga bisa bersantai sembari menikmati suguhan kuliner dari cafe yang berada di bukit.
Jika ingin menginap juga dipersilahkan.
Bukit Cendana menyediakan area camping yang muat hingga 100-an tenda.
Selain itu ada pula tempat glamping.
Arthur mengatakan, area wisata ini masih bisa di kembangkan menjadi lebih baik. Rencananya, akan ada penambahan spot foto dan glampinh.
"Kalau tenda bisa muat 50 - 100 an tenda," katanya.
Wisata ini biasanya ramai setiap akhir pekan. Jumlah kunjungan sekitar 250-an orang.
Pada hari Sabtu dan Minggu, para pengunjung memilih menginap di atas bukit ini.
"Fasilitas, sewa tenda, glamping, musala, cafe 24 jam. Sewa tenda 70 ribu, glampingnya Rp 200 ribu," katanya.
"Klau hari biasa kunjungan 50-100. Parkir kendaraan 5 ribu motor, mobil Rp 10 ribu, ojek Rp 10 ribu," imbuhnya.
Pemandangan malam juga tak kalah cantik. Kapal-kapal di laut Pantura Rembang bisa terpantau dari atas.
Begitupun jika waktu pagi, dari sini, pengunjung bisa mendapatkan bonus sunrise.
"Laut pantura kalau malam kelihatan kapal. Kalau pagi dapat sunrise," katanya. (vah)
Editor : Ali Mustofa