REMBANG – Momen Tahun Baru Islam 1447 Hijriah diwarnai kegiatan edukatif bagi anak-anak panti asuhan se-Kabupaten Rembang. Sebanyak 450 peserta yang tergabung dalam Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA) mengikuti jambore dua hari satu malam di destinasi alam Songhill View, Dukuh Siwalan Sukun, Desa Dadapan, Kecamatan Sedan.
Kegiatan ini digelar pada 26–27 Juni 2025 dengan tujuan utama membekali anak-anak asuh LKSA dengan edukasi karakter, pelestarian lingkungan, hingga keterampilan kerajinan tangan.
“Jambore ini diikuti oleh 10 LKSA se-Kabupaten Rembang, lengkap dengan pengasuh dan karang taruna setempat. Selain untuk merayakan Tahun Baru Hijriah, kegiatan ini juga untuk pembentukan karakter anak-anak,” ujar Muhammad Abadi, Ketua Panitia sekaligus pengasuh LKSA Raudlatun Nasyiin Ash-Shidiqiyyah (RN.ASA), Kamis (27/6).
Acara turut dihadiri oleh Muspika Kecamatan Sedan dan perwakilan dari Dinas Sosial Kabupaten Rembang. Dalam pelaksanaannya, para peserta yang sebagian merupakan anak-anak berkebutuhan khusus, korban kekerasan rumah tangga, hingga anak berhadapan dengan hukum, mengikuti berbagai kegiatan inspiratif.
Selama jambore, mereka dikenalkan dengan lingkungan sekitar Songhill View yang nantinya akan dikembangkan sebagai destinasi glamping dan agrowisata petik buah. Tempat ini masih belum dibuka untuk umum, namun sudah dimanfaatkan sebagai tempat pembinaan anak-anak asuh LKSA RN.ASA yang berjumlah 200 anak.
“Di sini anak-anak dikenalkan pada pentingnya menjaga kelestarian lingkungan. Kami juga mengangkat potensi lokal seperti kerajinan anyaman bambu dari warga Dukuh Siwalan Sukun,” tambah Abadi.
rembangBaca Juga: Punya Nilai Sejarah hingga Filosofi, Kuliner Khas Rembang Lontong Tuyuhan Diusulkan jadi WBTb
Kerajinan tangan warga setempat bahkan sudah menembus pasar kota-kota besar seperti Yogyakarta dan Bali, menjadikan tempat ini relevan sebagai pusat pembelajaran keterampilan bagi anak-anak LKSA.
Selain edukasi, acara juga diisi dengan pentas seni sebagai sarana hiburan dan ekspresi diri para peserta. Tidak bersifat kompetisi, pertunjukan seni dilakukan secara santai untuk menggali potensi dan bakat anak-anak.
Jambore ini merupakan agenda tahunan yang telah berlangsung lima kali berturut-turut, selalu digelar di bulan Muharram. Tujuannya untuk mendorong anak-anak asuh menjadi pribadi mandiri, terampil, beriman, serta mempererat solidaritas dan rasa kebersamaan antar sesama anak panti asuhan.
“Kegiatan ini menjadi bagian dari pembentukan sumber daya manusia yang unggul dan berakhlak mulia, meski berasal dari latar belakang kehidupan yang berat,” pungkasnya.
Editor : Zainal Abidin RK