REMBANG - Lontong Tuyuhan, kuliner khas Rembang sedang diusulkan menjadi Warisan Budaya Takbenda (WBTb).
Baru-baru ini, tim dari Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah X melakukan kajian, sebagai salah satu tahapan pengusulan.
Ernawati Purwaningsing, Pamong Budaya Ahli Madya BPK X menyampaikan, ada serangkaian peroses dalam pengusulan Lontong Tuyuhan sebagai WBTb.
Pertama, adalah pencatatan olej Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Dinbudpar) Rembang yang menyatakan bahwa Lontong Tuyuhan merupakan kuliner khas Rembang.
"Dari dinas kabupaten akan mencatatkan bahwa Lontong Tuyuhan adalah makanan khas Rembang," katanya.
Setelah pencatatan tersebut, selanjutnya akan diusulkan untuk penetapan.
Pada tahap ini, Ernawati menjelaskan, harus ada naskah akademik dan dokumentasi terlebih dahulu.
Tahun ini, pihaknya akan membuat kajian terhadap Lontong Tuyuhan.
"Fasilitasi kami ke Kabupaten Rembang," katanya.
Ia mengatakan, ada sejumlah data yang akan dihimpun dalam kajian tersebut.
Diantaranya adalah terkait dengan Sejarah Lontong Tuyuhan, proses pembuatan, nilai filosofi, hingga keberadaan maestro dan regenerasi.
Dari hasil kajian sementara, ia menilai, ada beberapa aspek yang sudah memenuhi syarat untuk menjadikan Lontong Tuyuhan sebagai WBTb.
Diantaranya dari segi sejarah, kuliner ini sudah lebih dari 50 tahun.Selain itu, ia juga menilai Lontong Tuyuhan memiliki filosofi.
Selain itu, juga ada perhatian dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) yang memberikan fasilitas sentra kuliner Lontong Tuyuhan.
"Sudah ada tiga generasi. Minimal 50 tahun terlampaui itu sudah bisa diusulkan. Ini ada maestronya, kami dengan tim akan menentukan yang layak jadi maestro. Karena maestro itu umurnya 60 tahun minimal dan dia sudah berkecimpung 35 tahun minimal," jelasnya. (vah)
Editor : Ali Mustofa