Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Finalisasi Masterplan Pasar Rembang Dikebut, APPSI Usulkan Cold Storage untuk Dongkrak PAD

Redaksi Radar Kudus • Rabu, 18 Juni 2025 | 01:18 WIB
BECEK: Warga sedang beraktifitas di area Pasar Rembang beberapa waktu lalu
BECEK: Warga sedang beraktifitas di area Pasar Rembang beberapa waktu lalu

REMBANG – Proses finalisasi revitalisasi Pasar Rembang Kota terus dikebut. Dalam pekan ini, Dinas Perdagangan, Koperasi, dan UKM (Dindagkop UKM) Kabupaten Rembang menjadwalkan rapat intensif lintas sektor guna menyempurnakan masterplan pasar sebelum dipaparkan dalam bentuk visual tiga dimensi kepada Bupati.

Kepala Bidang Pasar dan PKL Dindagkop UKM, Heri Martono, membenarkan bahwa rapat pembahasan teknis akan digelar pada Rabu pekan ini.

Agenda utamanya yakni penyamaan persepsi antara pedagang, konsultan, dan perwakilan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait, terutama dalam penyempurnaan masterplan.

"Pekan depan rencananya sudah bisa kita tampilkan dalam bentuk tiga dimensi. Nantinya akan kita paparkan langsung kepada Pak Bupati, lengkap dengan dokumen studi kelayakan (Feasibility Study/FS), Detail Engineering Design (DED), dan dokumen pendukung lainnya," ujar Heri kepada Radar Kudus, Senin (17/6).

Menurutnya, tahapan pembangunan pasar masih panjang. Setelah finalisasi dokumen, akan dilakukan desk lanjutan dengan Kementerian PUPR, review ke Jakarta, hingga koordinasi dengan komisi terkait di DPR.

“Tiga hari terakhir sudah dimulai. Mulai dari pertemuan internal tim kecil di rumah dinas, koordinasi dengan konsultan, hingga diskusi dengan perwakilan pedagang,” tambahnya.

Heri menambahkan, gambar masterplan secara umum telah tersedia dan hanya perlu dilakukan revisi minor.

Pada Selasa pekan lalu, konsultan proyek telah menggelar rapat koordinasi yang melibatkan penyusunan dokumen UKL-UPL (Upaya Pengelolaan dan Pemantauan Lingkungan), analisis dampak lalu lintas (Andalalin), serta penyesuaian desain masterplan.

“Kita juga melibatkan Dinas PU, DLH, Dishub, dan Satpol PP dalam proses sinkronisasi dokumen teknis,” jelasnya. “Pekan ini kita lanjutkan pematangan akhir, dan pekan depan ditargetkan bentuk 3D sudah jadi.”

APPSI Dorong Penataan Modern dan Tambahan Fasilitas

Ketua DPD Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI) Kabupaten Rembang, Ahmad Rifan, yang turut hadir dalam serangkaian rapat koordinasi, mengapresiasi langkah cepat Pemkab dalam proses revitalisasi ini.

Menurutnya, para pedagang mendukung penuh selama aspirasi mereka juga didengar.

"Alhamdulillah semua sepakat untuk bersinergi. Kami dari APPSI menyampaikan terima kasih kepada Pemkab karena terbuka menerima masukan dari pedagang," ungkap Rifan.

Dalam forum tersebut, Rifan menyampaikan sejumlah usulan strategis, mulai dari validasi ulang data pedagang eksisting dan pendataan pedagang non-tercatat (non-katadag), hingga penataan ulang zona parkir dengan skema transportasi terpadu.

Ia juga menyoroti pentingnya penataan sistem drainase yang memperhatikan dampak terhadap wilayah sekitar, seperti Desa Sumberjo dan Sawahan, serta pembagian zona komoditas yang lebih terstruktur—khususnya untuk bahan makanan basah.

Yang tak kalah penting, Rifan mengusulkan agar pasar dilengkapi cold storage untuk penyimpanan bahan makanan segar.

Selain meminimalkan potensi kerusakan komoditas, fasilitas ini dinilai berpotensi meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD) dari sektor retribusi dan jasa sewa ruang pendingin.

"Fasilitas cold storage akan mendukung distribusi komoditas segar lebih efisien dan berpotensi menambah PAD. Kami juga berharap penataan toilet serta fasilitas pendukung lainnya mengikuti standar SNI Pasar Kelas 1," tegasnya.

Revitalisasi Menyentuh Substansi Pelayanan

Jika seluruh tahapan berjalan sesuai rencana, revitalisasi pasar tidak hanya menyentuh aspek fisik bangunan, tapi juga pelayanan dan pengelolaan berbasis kualitas.

Penekanan pada sanitasi, sistem zonasi, dan pengelolaan limbah menjadi perhatian utama.

Upaya ini sejalan dengan visi Pemkab Rembang untuk mengangkat citra pasar tradisional agar bersaing dengan ritel modern—tanpa menghilangkan karakter pasar rakyat.

Proses finalisasi masterplan menjadi tonggak awal yang krusial sebelum pembangunan fisik dimulai.

Radar Kudus akan terus memantau perkembangan pembangunan pasar ini, terutama dari sisi implementasi masukan pedagang dan efektivitas integrasi fasilitas modern di dalam pasar. (Wisnu Aji)

Editor : Mahendra Aditya
#pasar rembang #rembang #Revitalisasi Pasar Rembang