Stadion Krida Rembang Memprihatinkan, Bupati Soroti Tribun Dipenuhi Rumput Liar
Redaksi Radar Kudus• Selasa, 17 Juni 2025 | 02:02 WIB
Bupati Rembang Harno.
REMBANG – Kondisi Stadion Krida Rembang menjadi sorotan tajam Bupati Rembang, Harno. Sebagai ikon olahraga di kota ini, wajah stadion justru tampak kian tak terawat dan terbengkalai.
Pemandangan tak sedap langsung tampak dari area tribun. Rumput liar tumbuh subur memenuhi sisi timur, selatan, hingga utara stadion. Sejumlah sarana dan prasarana penunjang lainnya juga terlihat rusak dan kotor, mencerminkan minimnya perawatan.
Melihat kondisi tersebut, Harno—yang juga Ketua DPC Partai Demokrat Rembang—menyatakan tidak tinggal diam. Ia menegaskan akan segera menindaklanjuti persoalan kebersihan dan perawatan stadion dalam waktu dekat.
“Rumput-rumput liar itu akan kami pangkas. Semua sisi, mulai tribun timur, selatan, sampai utara,” tegas Harno kepada awak media.
Menurutnya, pembenahan stadion ditargetkan rampung sebelum Agustus 2025. Meski belum dijelaskan akan digunakan untuk kegiatan apa, Harno berharap stadion bisa dimanfaatkan kembali secara layak.
Dalam kunjungannya ke stadion, Harno secara terbuka mengajak wartawan untuk melihat langsung kondisi di dalam area lapangan utama.
Ia tak menutupi bahwa lapangan PSIR (Persatuan Sepak Bola Indonesia Rembang) menjadi salah satu bagian yang belum tersentuh perbaikan.
“Silakan masuk ke dalam, cek sendiri kondisinya,” ujarnya blak-blakan.
Harno menyebut pembersihan rumput dan perawatan menyeluruh akan dilakukan pada bulan Juli. Ia berharap setidaknya wajah stadion bisa lebih representatif saat digunakan nanti.
Anggaran Belum Tersedia, Harno Ingin Tetap Bergerak
Saat ditanya soal alokasi anggaran untuk perbaikan, Harno mengaku belum ada dana resmi dari pemerintah yang dikucurkan untuk revitalisasi Stadion Krida. Namun ia menegaskan, pembersihan tetap akan dilaksanakan.
“Anggarannya memang belum ada, tapi stadion ini harus dibersihkan dulu. Kondisinya sangat memprihatinkan. Bahkan pagar pun dipenuhi rumput liar,” keluhnya.
Ia menambahkan, upayanya ini sebagai bentuk perhatian terhadap aset publik yang selama ini kurang mendapat perawatan maksimal.
“Saya berusaha stadion ini bisa digunakan kembali mulai Agustus nanti,” pungkasnya. (Wisnu Aji)