Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati pedoman media siber Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

SPMB Dimulai, Sekolah Favorit di Rembang Buka Loket Layanan dan Informasi

Redaksi Radar Kudus • Sabtu, 14 Juni 2025 | 00:40 WIB
Photo
Photo

REMBANG – Pendaftaran peserta didik baru untuk jenjang SMA dan SMK di Kabupaten Rembang resmi dibuka.

Meskipun proses pendaftaran dilakukan secara daring, sejumlah sekolah tetap membuka layanan langsung guna membantu calon siswa dan orang tua yang mengalami kendala teknis.

Salah satunya dilakukan oleh SMAN 1 Rembang, yang sejak Senin (14/5) telah membuka loket informasi dan pengaduan di halaman sekolah.

Baca Juga: Siap-Siap! Job Fair Grobogan 2025 Tawarkan 9.000 Lowongan, Catat Tanggal dan Lokasinya

“Pendaftaran dimulai pada 12 hingga 17 Juni 2025. Sebelumnya, aktivasi akun ditutup Kamis lalu, dilanjutkan sinkronisasi akun pada Jumat (13/6),” jelas Yulianto, Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan sekaligus Ketua Panitia SPMB 2025, saat ditemui Radar Kudus kemarin.

Perbaikan Sistem dan Kendala Klasik

Yulianto mengakui, pada tahap awal proses SPMB sempat mengalami beberapa kendala teknis.

Namun, ia memastikan sistem dan aplikasi kini telah diperbaiki sehingga proses berjalan lebih lancar.

“Biasanya, masalah muncul pada perbedaan titik koordinat antara Kartu Keluarga (KK) dengan fakta di lapangan.

Juga soal data terpadu kesejahteraan sosial (DTKS) yang belum ter-update, meski siswa memiliki Kartu Indonesia Pintar (KIP).

Termasuk status Anak Tidak Sekolah (ATS) yang harus disinkronkan. Tapi semua sudah teratasi,” terangnya.

Baca Juga: Respons Atas Larangan Rekrut Staf Ahli, Bupati Kudus Bentuk TPPD dari Kalangan Profesional

Masalah serupa, menurutnya, juga sering terjadi di tahun-tahun sebelumnya. Namun untuk potensi pemalsuan atau manipulasi KK dan domisili, ia menilai hal tersebut relatif minim karena adanya verifikasi ketat.

“Nama orang tua harus sama antara ijazah dan KK. Jika ada perbedaan, ada syarat administratif yang harus dipenuhi. Jadi hampir tidak ada rekayasa,” tambahnya.

Format Nilai Jadi Kendala Baru

Kendala lain yang ditemukan tahun ini adalah pada format nilai rapor yang diunggah oleh sekolah asal calon siswa.

“Beberapa SMP masih menggunakan format lama yang memisahkan nilai pengetahuan dan keterampilan.

Padahal sekarang cukup satu kolom. Maka kita sarankan mereka membatalkan unggahan dan mengirim ulang dengan format terbaru,” jelas Yulianto.

Pendaftaran Daring, Layanan Luring

Meskipun sistem pendaftaran dilakukan secara online, SMAN 1 Rembang tetap membuka layanan loket bantuan di sekolah. Layanan ini dibuka setiap hari kerja hingga pukul 12.00 WIB.

“Kalau ada orang tua atau siswa kesulitan, kami bantu di sini. Tim panitia juga siap turun langsung jika dibutuhkan. Jumlah loket dan petugas disesuaikan situasi,” ujarnya.

SMAN 1 Rembang menyediakan 10 ruang kelas untuk peserta didik baru, masing-masing dengan kapasitas 36 siswa, sehingga total daya tampung mencapai 360 kursi.

Baca Juga: Bersiap! Pendaftaran Guru Sekolah Rakyat di Jepara Baru Dibuka Tahun Depan

Sekolah Favorit, Daya Tarik Tinggi

Yulianto menegaskan, SMAN 1 Rembang tetap menjadi salah satu sekolah favorit di kota Rembang. Kultur belajar dan kedisiplinan yang diterapkan menjadi daya tarik tersendiri di mata masyarakat.

“Bibitnya sama, tapi kultur membentuk hasil yang berbeda. Tahun ini saja, lebih dari 130 siswa kami diterima di perguruan tinggi negeri.

Itu belum termasuk yang masuk perguruan tinggi swasta atau lembaga pendidikan lainnya,” ungkapnya bangga.

Zonasi Masih Jadi PR

Meski demikian, sistem zonasi kadang menimbulkan kekecewaan bagi sebagian calon siswa.

Yulianto menyebut, ada kasus siswa yang tinggal dekat sekolah namun tidak lolos jalur afirmasi karena skor prioritasnya lebih rendah.

“Kadang ada yang sudah diterima, tapi tiba-tiba mengundurkan diri dalam tiga hari tanpa pemberitahuan. Kami maklumi, mungkin karena mereka lebih cocok di tempat lain,” tuturnya.

Ia menegaskan, seluruh proses penerimaan mengikuti petunjuk teknis dari Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah, dan SMAN 1 Rembang berkomitmen menjalankan regulasi tersebut secara transparan. (Wisnu Aji)

Editor : Mahendra Aditya
#SPMB 2025 2026 #SPMB rembang #rembang #spmb #SPMB 2025