REMBANG – Kepala dinas, sekretaris dinas (sekdin), kepala bidan (kabid), hingga camat dikumpulkan di lantai IV kantor bupati Rembang kemarin.
Mereka menjalani rapat dengan Bupati Rembang Harno selama 2,5 dan tertutup untuk awak media.
Saat rapat para pejabat itu, tak diperkenankan membawa handphone (HP). Seluruh HP diminta kumpulkan.
Dari pantauan Jawa Pos Radar Kudus kemarin, rapat dimulai pukul 09.00. Awak media dipersilakan menunggu di lantai II.
Sementara di lantai IV, Satpol PP Rembang di berjaga.
Sekitar pukul 11.30, Bupati Rembang Harno turun. Diikuti staf ahli, kepala dinas, sekdin, hingga camat.
Setelah itu, Harno memberi keterangan awak media di depan ruang kerjanya.
Bupati Rembang tampak melempar senyum. Sembari menyopot kaca mata yang dipakai. Ia mengatakan, rapat tersebut membahas berbagai permasalahan.
”Komplet. Mulai A sampai Z. A-nya tentang kedisplinan kerja,” kata Harno. ”B dan C sampai pol intinya tentang kerja yang baik. Harus sregap dan bener,” sambungnya.
Harno menjelaskan, untuk menjadi maju harus dimulai dari kerja disipllin, baik, dan benar.
Jika semua dijalankan, hasilnya mengikuti. Khususnya kondisi daerah yang sedang ada efisiensi.
Ke depan, juga bakal menerapkan kebijakan saat rapat dengan bupati tidak ada yang membawa HP.
Pertimbangannya, biasanya saat rapat dengan membawa HP, ada yang serius dan fokus, tapi yang lain ada yang sibuk menerima telefon, WA, atau yang lain.
”Itu (rapat tidak bermain HP, Red) termasuk bagian dari kedisplinan. Jadi setiap rapat harus fokus. Tidak ada yang mainan HP. Saya membiasakan ke depan seperti ini,” tegasnya. (Wisnu Aji)
Editor : Ali Mustofa