REMBANG – Menjelang salat Jumat, warga Desa Sendangmulyo, Kecamatan Sarang, Kabupaten Rembang, dikejutkan oleh kobaran api besar yang melalap rumah seorang pemulung.
Tak hanya satu, api juga merembet ke tiga rumah lain di sekitarnya. Diduga kuat, kebakaran dipicu oleh gas etanol yang berasal dari tumpukan sampah dalam rumah korban.
Peristiwa nahas ini terjadi sekitar pukul 11.00 WIB di RT 01 RW 02, hanya sekitar 200 meter dari kantor Polsek Sarang.
Rumah milik Ahmad Zaelani (65), seorang pemulung, menjadi titik awal kobaran api yang meluas dengan cepat.
Rumah berdinding kayu jati, berlantai tegel, dan beratap genting itu langsung dilalap si jago merah dalam hitungan menit.
Api Cepat Menyambar, Warga Panik
Menurut keterangan Kapolsek Sarang, Iptu Yuli Sri Mulyani, saat kejadian korban berada di dalam rumah dan melihat asap tebal muncul dari bagian belakang rumah.
Menyadari bahaya, Ahmad segera memanggil tetangganya, Romlah (50), yang tinggal di belakang rumahnya. Romlah lalu memberitahu Sun’an (24), pemilik toko di depan rumah korban.
“Kedua saksi, Romlah dan Sun’an, segera meminta pertolongan warga untuk membantu memadamkan api yang sudah membesar,” terang Iptu Yuli kepada Radar Kudus, kemarin.
Rumah korban diketahui penuh dengan tumpukan barang bekas, seperti sampah plastik dan kardus.
Barang-barang mudah terbakar inilah yang diduga mempercepat penyebaran api dan memicu ledakan gas etanol dari limbah rumah tangga tersebut.
Warga Padamkan Api Sebelum Damkar Tiba
Aksi cepat warga berhasil memadamkan api sekitar pukul 12.00 WIB, dengan peralatan seadanya.
Petugas pemadam kebakaran dari Bidang Damkar BPBD Rembang tiba tak lama kemudian untuk memastikan proses pendinginan dan mencegah api muncul kembali.
Ari Wibowo, Kasi Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat BPBD Rembang, menyampaikan bahwa posko Damkar menerima laporan kebakaran pada pukul 10.59 WIB.
“Kami kerahkan satu unit mobil pemadam dan dua unit tangki air. Saat sampai di lokasi, api sudah berhasil dipadamkan oleh warga.
Petugas kemudian melakukan pengecekan dan edukasi singkat kepada warga sekitar,” jelasnya.
Kerugian Ditaksir Capai Rp 140 Juta
Tak hanya rumah Ahmad Zaelani yang ludes terbakar, api juga menyambar tiga rumah lain yang berdekatan. Kerugian secara keseluruhan diperkirakan mencapai Rp 140 juta.
Berikut data kerusakan yang dilaporkan:
-
Rumah Ahmad Zaelani: Rumah berukuran 7 x 10 meter hangus bersama tiga lemari kayu, dua sepeda, tempat tidur, bifet, dan pakaian. Kerugian ditaksir mencapai Rp 100 juta.
-
Rumah Deni (rumah terdampak): Rangka atap dan plafon terbakar. Kerugian sekitar Rp 20 juta.
-
Rumah Nurul Wahyuni: Atap rumah termasuk genteng, seng, dan asbes terbakar. Kerugian sekitar Rp 5 juta.
-
Rumah Romlah: Atap rumah dan kaca jendela rusak. Kerugian sekitar Rp 15 juta.
Meski kerugian material cukup besar, beruntung tidak ada korban jiwa dalam insiden ini.
Peringatan Akan Bahaya Limbah Rumah Tangga
Peristiwa ini menjadi peringatan serius bagi masyarakat terkait bahaya penumpukan sampah dan limbah rumah tangga di dalam rumah.
Selain menjadi sumber penyakit, limbah tertentu seperti plastik dan bahan kimia rumah tangga dapat menghasilkan gas berbahaya seperti etanol yang mudah terbakar.
“Ini momentum untuk meningkatkan kesadaran warga soal bahaya menyimpan barang bekas di dalam rumah, apalagi yang mudah terbakar. Perlu ada edukasi rutin dari desa dan aparat,” ujar Ari Wibowo.
Upaya pemadaman melibatkan sejumlah pihak, termasuk petugas Damkar, perangkat desa, relawan Balakar, Ubaloka, IEA, VRU, serta personel dari Polsek Sarang yang sigap membantu pengamanan dan evakuasi. (Wisnu Aji)
Editor : Mahendra Aditya