RA Kartini pernah menuliskan surat kepada Nyonya Abendanon -sahabatnya- saat pertama kali ke Rembang.
Ia memamerkan keindahan Taman Inspirasi yang dipenuhi bunga-bunga. Sekarang lokasi tersebut akan direvitalisasi.
Vachri Rinaldy L, Rembang, Radar Kudus
TAMAN Inspirasi yang berada di kompleks Museum RA Kartini menjadi saksi bisu kehidupan sang pahlawan emansipasi.
Tempat ini menjadi salah satu spot yang disinggung dalam suratnya saat pertama kali tinggal di Rembang karena keindahannya.
Lokasi taman tersebut berada di serambi timur museum. Dulu, RA Kartini bertempat tinggal di sini saat menikah dengan Bupati Rembang Raden Adipati Djojodiningrat pada 1903 silam.
Taman ini memiliki luas sekitar 3,1x13 meter. Saat masa RA Kartini, tempat ini dipenuhi dengan bunga-bunga.
Selain itu, di sebelah taman inspirasi juga ada sebidang tanah yang ditumbuhi tanaman obat.
Sub Koordinator Sejarah, Museum, dan Cagar Budaya Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Dinbudpar) Rembang Retna Diah Radityawati menjelaskan, berdasarkan kajian data sejarah, RA Kartini pernah menceritakan keindahan Taman Inspirasi yang berisi tanaman yang disukainya.
Cerita itu dituliskan dalam surat yang ditujukan kepada Nyonya Abendanon.
"Di suratnya bulan Desember 1903 atau surat pertamanya di Rembang beliau (RA Kartini, Red) memamerkan 'lihatlah ibu (Nyonya Abendanon, Red) di sini terdapat beberapa tanaman yang selalu saya rangkai, ada melati, ada mawar' dan tanaman itu di rangkai di dalam rumah," kata Retna menjelaslan isi surat RA Kartini.
Sekarang, tanaman-tanaman itu tinggal cerita. Hanya menyisakan tanah lapang yang ditumbuhi rerumputan.
Surat RA Kartini tadi menjadi latar belakang Dinbudpar Rembang untuk mengajukan revitalisasi Taman Inspirasi. Agar museum tidak sekadar hidup dalam ruang kosong.
Namun, juga terdapat ekologi budaya yang berkesinambungan.
Sekarang program revitalisasi sudah dimulai. Selasa (27/5) Djarum Foundation melakukan penghijauan di lokasi tersebut.
Ada berbagai jenis tanaman yang diberikan. Seperti seperti kalatea, melati, kanca piring, dan lain-lain. Ada juga tanaman mengkudu yang bisa dipakai sebagai pewarna batik.
Ia berharap, Taman Inspirasi bisa kembali ke bentuk semula disertai nilai-nilai yang terkandung di dalamnya.
Revitalisasi ini, kata Retna, tidak sekadar menanam saja. Namun juga ada pemantauan berkelanjutan.
"Jadi kerjasama yang berkesinambungan. Kami benar-benar dituntun menghidupkan taman inspirasi ini," katanya.
Mutiara Diah Asmara, Director Communications Djarum Foundation juga memiliki semangat serupa. Menurutnya, Taman Inspirasi memiliki nilai historis yang menjadi tempat Kartini menulis, berpikir, serta memberikan gagasan-gagasan.
"Itu dilakukan di Taman Inspirasi. Taman itu akan kami revitalisasi karena kondisinya saat ini tidak begitu baik. Jadi kami pikir itu salah satu yang akan menarik karena taman itu punya sejarah yang panjang. Kami akan kembalikan lagi marwahnya, kami indahkan kembali bahkan akan menjadi pembelajaran," ungkapnya.
Ia juga memberikan tanaman yang bisa dipakai sebagai pewarna alami untuk batik. Sehingga bisa dimanfaatkan para perajin batik tulis Lasem.
"Revitalisasinya di taman itu, misalnya sarana prasarana, jalan di taman, ada beberapa area yang kami lihat bisa kami rapikan," katanya. (*)
Editor : Ali Mustofa