Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Program Bagikan Kambing Untuk Ketahanan Pangan di Pamotan Rembang, Total ada 45 Kambing

Redaksi Radar Kudus • Rabu, 7 Mei 2025 | 00:16 WIB

 

DISERAHKAN: Penyerahan kambing kegiatan ketahanan ppangan 2025 oleh BUMDes Mitra Barokah, Desa Sumbangrejo, kemarin.
DISERAHKAN: Penyerahan kambing kegiatan ketahanan ppangan 2025 oleh BUMDes Mitra Barokah, Desa Sumbangrejo, kemarin.

REMBANG – Program ketahanan pangan digenjot desa Sumbangrejo, Pamotan. Kelola peternakan untuk sejahterakan warganya.

Kemarin ada 45 kambing diserahkan oleh Bumdes Mitra Barokah di balai desa setempat.

Direktur Bumdes Mitra Barokah, Muhammad Fatony menyampaikan program tersebut dalam rangka ketahanan pangan.

Salah satunya lewat pengelolaan ternak kambing. Ada dua gelombang tahapan penyalurannya.

”Ada dua gelombang. Gelombang pertama ada 25 ekor, gelombang kedua 20 ekor kambing,” kata Fatony kepada Jawa Pos Radar Kudus.

Sengaja diturunkan dua gelombang supaya hasilkan indukan maksimal. ini juga memperhitungkan kondisi dilapangan. Seandainya mencari langsung 45 hewan kehabisan stok dan indukan tidak maksimal.

”45 ekor kambing kita bagikan 9 RT. Tiap RT mendapatkan 5 ekor kambing. Dikelola warga,” terangnya.

Fatony menjelaskan indukan tiap indukan. Proses ketika sudah beranak sekitar 3-4 bulan lebih perawat ternak mendapatkan anaknya.

Dengan cara menebus Rp 300 ribu/indukan. Seandainya anak 2-3 tebusanya tetap Rp 300 ribu.

Tujuannya program ketahanan pangan tersebut meningkatkan perekonomian masyarakat setempat.

Sekaligus mengembangkan keuangan di Bumdes. Setelah pengurus terbentuk di tahun 2025 tepatnya bulan Maret.

”Untuk sementara kita kembangkan peternakan dahulu. Nanti untuk kelanjutanya bagaimana kita lihat perkembangan di peternakan.

Kalau masyarakat mendukung program ini kita kembangkan, karena di desa kebanyakan di pertanian dan peternakan,” katanya.

Terpisah Camat Pamotan, Rofieq Pahlevi melaporkan saat ini merupakan tahun kedua kecamatan Pamotan.

Tahun kemarin ketahanan pangan merupakan satu-satunya kecamatan yang sudah 100 persen dana 20 persen wajib ketahanan pangan untuk pemberdayaan (sebelum-sebelumnya fisik).

”Tahun kedua memang ada petunjuk regulasi yang mengatur harus di kelola oleh Bumdes.

Dinamika Bumdes ada yang menggunakan untuk komunal dan dibawa pulang,” laporanya saat dihubungi Jawa Pos Radar Kudus kemarin.

Sambung Camat memberikan gambaran setiap tahun program 20 persen ketahan pangan yang rata-rata Rp 110-Rp 140 juta.

Nanti ada uang berputar dimasing-masing desa. Targetkan paling cepat 3 tahun, paling lama 5 tahun.

Asumsi pembelian Rp 100 juta, 3 tahun ada Rppp 300 juta. Kalau 5 tahun ada Rp 500 juta. Disitu uang berputar di desa.

Apalagi berkenaan program ketahanan pangan membangun Indonesia membangun desa. Desa membangun dari bawah.

”Berharap jangan sampai ada peternak dadakan. Di musyarwah desa untuk siapa yang berhak untuk menerima manfaat.

Karena orientasinya untuk mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat,” wanti-wantinya.

Pihaknya optimistis desa Sumbangrejo salah satu desa diantara 23 desa yang sudah bergerak kaitan program ketananan pangan yang memang diarahkan pemberdayaan masyarakat, jika tidak hewani nabati.

”Dibutuhkan cuma niat baik saja. Bagaimana penerima manfaat ini, karena hari-hari berternak ada tambahan modal untuk beternak, setelah itu ada digulirkan tetangga yang belum waktu terima, “ pungkasnya. (Wisnu Aji)

Editor : Mahendra Aditya
#rembang #pengelolaan ternak kambing #program bagikan kambing #pamotan rembang #kambing