REMBANG - Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr R Soetrasno Rembang sempat melonjak dalam beberapa bulan terakhir.
Kini, angka kasus sudah mereda, sehingga tak ada lagi penambahan ruang perawatan.
Kepala Seksi (Kasi) Informasi RSUD dr R Soetrasno Rembang Tabah Tohamik menyampaikan, kasus DBD tertinggi pernah terjadi dalam kurun Januari sampai dengan Maret.
Pada bulan April, kasus bisa dikatakan mereda karena terjadi penurunan signifikan sampai 50 persen.
"Tren kasus demam berdarah dengue di RSUD Rembang menjadi penurunan mulai dari Januari satu bulannya sekitar 80-an. Bulan April menjadi penurunan yang signifikan hanya 41," katanya.
Tabah menjelaskan dalam kurun waktu beberapa bulan terakhir angka kasus pasien DBD memang mengalami naik turun. Pada Januari, tercatat 84 kasus.
Kemudian bulan Februari turun menjadi 64 kasus. Lonjakan kembali terjadi pada bulan Maret dengan total pasien mencapai 86. Sementara bulan berikutnya mengapami penurunan drastis menjadi 41 kaus.
"Bulan Januari 84, bulan Februari ada 64, bulan Maret 86, tetapi bulan April tinggal 41 dalam satu bulan," imbuhnya.
Mayoritas pasien DBD merupakan anak-anak. Sehingga ketika sempat terjadi kenaikan kasus beberapa waktu lalu, pihak RSUD dr R Soetrasno Rembang smapai menambah ruangan perawatan dikarenakan daya tampung ruang anak saat itu sudah penuh.
Pasien biasanya dirawat sampai melewati masa aman, yakni sekitar satu pekan. Setelah kondisi dinyatakan membaik, maka pasien diperbolehkan menjalani rawat jalan.
Setelah mengalami penurunan, saat ini pasien sudah cukup dirawat di ruang anak. "Dan itu bulan Januari, Februari kami menambah ruangan menambah tempat tidur. Namun bulan April sudah di ruang anak saja," imbuhnya.
Biasanya, kata Tabah, puncak kasus DBD memang terjadi di awal tahun. Mengingat saat itu sedang masuk musim hujan.
"Puncaknya awal tahun waktu musim hujan. Pasien dirawat sampai masa aman. Setelah hari ketujuh bisa rawat jalan," jelasnya.
Ia menilai, salah satu faktor yang mempengaruhi penurunan kasus adalah kesadaran masyarakat yang sudah baik tentang pentingnya menjaga kebersihan.
"Yang pasti kesadaran masyarakatvsudah baik. Kami mengajak masyarakat Rembang untuk menjaga kebersihan," imbuhnya. (Vachri Rinaldy)
Editor : Mahendra Aditya