REMBANG – Ada banyak cara memperingati Hari Bumi yang jatuh pada 22 April. Di Kabupaten Rembang, momen ini dimaknai dengan aksi nyata menjaga kelestarian lingkungan melalui penanaman pohon matoa.
Sebanyak 900 bibit pohon matoa disebar ke kantor urusan agama (KUA) kecamatan, madrasah, hingga rumah ibadah.
Kegiatan ini merupakan inisiatif Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Rembang dan dipusatkan di MAN 1 Rembang.
Hadir dalam acara tersebut Anggota DPR RI Sri Wulan, Sekda Rembang Fahrudin, Plh Kakankemenag Rembang Sya’dullah, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Rembang, Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Rembang, serta ketua organisasi keagamaan dan tokoh dari enam agama.
Program ini merupakan bagian dari gerakan Penanaman Satu Juta Pohon yang digagas Kementerian Agama dan dilaksanakan serentak di seluruh Indonesia, terpusat di Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII), Depok, Jawa Barat.
Plh Kakankemenag Rembang, Sya’dullah, menjelaskan bahwa 900 bibit pohon matoa tersebut merupakan bantuan dari Pemerintah Kabupaten Rembang melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH).
“Untuk menyukseskan program ini, kami bekerja sama dengan DLH Rembang dalam menyediakan bibit pohon matoa,” ujar Sya’dullah.
Bibit tersebut disebar ke satuan kerja di bawah naungan Kemenag Rembang, termasuk KUA dan madrasah, serta tempat ibadah lintas agama.
“900 bibit pohon matoa ini kita sebar ke madrasah, KUA, dan rumah-rumah ibadah,” jelasnya.
Penanaman ini menjadi bagian dari upaya mewujudkan Asta Protas Kementerian Agama, salah satunya adalah Penguatan Ekoteologi.
“Kami berharap, program ini mendukung pemulihan alam yang saat ini perlu dijaga. Ini adalah salah satu ikhtiar menjaga kelestarian lingkungan,” pungkas Sya’dullah. (noe)
Editor : Mahendra Aditya