REMBANG – Inflasi di Kabupaten Rembang tercatat masih dalam kategori terkendali. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Rembang, angka inflasi secara year-on-year (y-on-y) mencapai 1,03 persen, lebih rendah dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.
Kepala BPS Rembang, Jubaedi, menyampaikan bahwa meskipun terjadi peningkatan konsumsi selama Ramadan, inflasi tetap berada dalam batas yang wajar.
“Pada Ramadan tahun ini, inflasi di Kabupaten Rembang cukup terkendali dengan laju sebesar 1,03 persen secara year-on-year,” ujarnya.
Inflasi month-to-month (m-to-m) tercatat sebesar 1,28 persen, sementara year-to-date (y-to-d) sebesar 0,05 persen.
Menurutnya, keseimbangan pasar dan langkah-langkah pengendalian harga berhasil menjaga laju inflasi dalam batas toleransi.
“Ini terbukti dengan inflasi bulanan (m-to-m) sebesar 1,28 persen,” imbuhnya.
Ia menjelaskan, kenaikan harga terjadi hampir di seluruh kelompok pengeluaran.
Kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya mencatat inflasi tertinggi sebesar 6,57 persen, disusul kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya sebesar 3,46 persen, serta kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 2,77 persen.
Beberapa komoditas utama yang menyumbang inflasi secara y-on-y antara lain emas perhiasan, bawang merah, sigaret kretek tangan, minyak goreng, dan kopi bubuk.
Sementara itu, beberapa kelompok mencatatkan penurunan harga. Kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga mengalami deflasi sebesar 9,07 persen.
Selain itu, komoditas seperti beras, tomat, telur ayam ras, dan daging ayam ras juga berkontribusi dalam menekan laju inflasi. (vah)
Editor : Mahendra Aditya