REMBANG – Banjir Sabtu lalu (22/3) mengepung jalur pantura Lasem-Sluke. Termasuk 17 desa tersebar Kecamatan Sedan, Lasem, Kragan, Sluke dan Sarang.
Di Lasem lagi-lagi SMPN 2 Lasem banjir lebih dari 15 jam, termasuk basement kota Pusaka Lasem tergenang.
Banjir di SMPN 2 Lasem parah. Air masuk di halaman sekolah mulai buka puasa. Hingga pagi air masih menggenangi semua lingkungan sekolah.
Ketinggian sampai 1 meter di halaman lapangan, dalam kelas 80 cm.
”Ini besar banjirnya. Biasanya banjir masuk sedikit langsung surut. Ini agak lama, padahal dibantu pompa air,” kata Waka SMP 2 Lasem, Bambang Heru ditemui Jawa Pos Radar Kudus kemarin (23/3).
Air yang masuk di SMPN 2 Lasem kiriman dari atas. Kebetulan timur sekolah merupakan desa Gowak dan Kajar.
Seketika menggenangi semua lokal. Mulai kelas, ruang bimbingan konseling, ruang unit kesehatan sekolah (UKS), ruang lab IPA, kelas ada 18, ruang osis kecuali depan.
”Tidak ada kerusakan. Sudah diantisipasi dinaikan semua. Minggu bersama anak-anak kerjabakti membersihkan kelas,” terangnya.
Sabtu malam Kabid Pembinaan SMP, Dinas Pendidikan, Rembang Isti Choma Wati mengecak kesana.
Mulai pukul 22.30 sampai 23.30. Bertemu penjaga sekolah (sebelumnya guru ada sudah pulang). Disusul kepala sekolah Chrismastuti.
Isti datang agar paham kondisi sekaligus kebutuhan sekolah. Diskusi dan cari solusi. Saat masuk sekolah sudah diatas lutut orang dewasa.
Di ruang kelas Isti melihat kondisi pasca air surut tengah malam masih 30 cm. Disana karkaternya jika tidak dipompa air terus menggenang.
”Ini PR bersama. Bukan hanya fisik, tapi psikis, besok kecemasam, kehawatiran. Ini lebih menguras energi,” kata Isti saat meninjau SMPN 2 Lasem Sabtu malam.
Isti pernah menjabat 7 tahun, 4 bulan kepala sekolah disana. Jadi paham betul. Solusinya dinaikan secara bertahap. Bagaimana caranya mencari solusi.
Terkait teknis tersebut sekolah diminta membuat laporan bencana ke dinas. Nanti bisa dilihat secara rinci kerugian apa saja.
Kemudian ruang kelas, pembelajaran lain yang terdampak. Termasuk ruang yang aman. (noe)
Editor : Ali Mustofa