REMBANG - Kepanikan melanda warga Desa Sidomulyo, Sedan, setelah melihat rumah milik Mbah Markah, seorang janda, terbakar.
Dugaan sementara penyebab kebakaran adalah korsleting listrik. Saat kejadian, pemilik rumah sedang bekerja menanam jagung.
Petugas Damkar Rembang, Sarpani, menyampaikan bahwa kejadian tersebut tidak diketahui secara pasti.
Namun, laporan masuk pada pukul 11.47 WIB. Begitu sampai di lokasi, petugas Damkar hanya melakukan pendinginan, karena api sudah dipadamkan oleh warga.
Setiba di lokasi, seorang orang tua mencari uang yang disimpan di bawah bantal, dengan kisaran Rp 1 juta.
Ada dua kamar yang terbakar, satu kamar bisa diselamatkan, termasuk almari.
Namun, sejumlah perabot rumah tangga tidak berhasil terselamatkan, termasuk televisi.
Dari pihak Damkar, belum mengetahui persis berapa jiwa yang tinggal di rumah tersebut.
Namun, informasi dari warga menyebutkan bahwa status Mbah Markah adalah janda.
Soal minimnya jangkauan pos pemadam kebakaran sering mengemuka. Saat ini, baru ada di Rembang kota.
Ploting di Kecamatan Sedan belum bisa diaktifkan, karena statusnya mundur hampir 3 tahun belum terealisasi.
Kepala Bidang Kebakaran Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Rembang, Erwin Rahadyan, menyampaikan bahwa kendala pengaktifan layanan damkar di Sedan adalah anggaran.
“Kita ketahui bersama, Kabupaten Rembang masih dalam kondisi ‘tirakat’,” katanya.
Erwin menyampaikan bahwa pengaktifan layanan damkar di Sedan sudah lama diusulkan, tapi selalu dicoret.
Karena untuk sarpras masih butuh lumayan, antara lain garansi kendaraan, mesin penyedot air, dan tempat pos yang representatif.
Makanya, tahun ini ploting layanan pemadam di Sedan rencana dianggarkan pembangunan garasi, lalu penambahan ruangan.
Untuk sarpras bertahap menyesuaikan ketersediaan anggaran untuk memenuhinya. (noe/ali)
Editor : Ali Mustofa