Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Uji Coba MBG di Rembang: Antusiasme Tinggi, Tapi Molor 1,5 Jam, Tidak Dilengkapi Sendok dan Garpu

Wisnu Aji • Selasa, 18 Februari 2025 | 00:31 WIB

ANTUSIAS: Anak-anak SDN 1 Soditan, Lasem menyantap MBG.
ANTUSIAS: Anak-anak SDN 1 Soditan, Lasem menyantap MBG.

REMBANG – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) perdana di Kabupaten Rembang mendapat respons beragam dari siswa dan pihak sekolah.

Di satu sisi, anak-anak antusias menikmati makanan yang disediakan.

Namun di sisi lain, ada beberapa kendala, mulai dari keterlambatan distribusi hingga kurangnya fasilitas makan seperti sendok dan air minum.

Baca Juga: Duh, 6 Proyek Perbaikan Jalan di Rembang Kena Imbas Efisiensi, Begini Penjelasan Pemkab Rembang

Pada Senin (17/2), uji coba MBG dilaksanakan di sejumlah sekolah di Kecamatan Lasem dan Sluke.

Radar Kudus memantau langsung penyaluran di SDN 1 Soditan, Lasem, dan SMPN 1 Sluke.

Antusiasme Tinggi di SDN 1 Soditan

Di SDN 1 Soditan, Lasem, MBG mulai dibagikan pukul 09.00 WIB. Anak-anak tampak bersemangat.

Mereka antre rapi, mencuci tangan terlebih dahulu, lalu menyantap makanan yang terdiri dari nasi putih, ayam, tempe, tumis wortel, jeruk, dan susu kotak.

Makanan tersebut disuplai dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Mitra Mandiri, yang dikelola oleh Pondok Pesantren Raudlatul Tholabah H. Muntari, Desa Sumbergirang, Lasem.

Selain SDN 1 Soditan, SPPG ini juga melayani SD Aisyiyah Multi Lingual, SMP Muhammadiyah Lasem, SMK Muhammadiyah Lasem, MI Ash-Sholatiyah, SDN Ngemplak, dan SDN 1 Sumbergirang, dengan total penerima 897 siswa.

Baca Juga: Bruk! Pohon Tumbang Timpa Pajero di Jalan Pemuda Rembang, Bagaimana Nasib Pengendara?

Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Dindikpora) Sutrisno, yang hadir dalam pemantauan, menyatakan bahwa uji coba MBG di Rembang bertujuan meningkatkan asupan gizi anak-anak.

"Kita lihat anak-anak makan dengan lahap. Semoga ke depan pelaksanaannya semakin baik dan lancar, serta membantu meningkatkan gizi anak-anak," harapnya.

Salah satu siswa kelas 2, Muhammad Ahsan, mengaku senang dengan program ini.

"Menunya ada sayuran, lauk pauk, buah, dan susu. Saya makan habis bersama teman-teman," ujarnya.

Namun, ada kendala yang dikeluhkan pihak sekolah, terutama soal waktu pemberian makanan.

Kepala SDN 1 Soditan menyebutkan bahwa siswa di sekolahnya sudah terbiasa sarapan pagi bersama sejak pukul 07.00 WIB.

Baca Juga: Lebih Dekat dengan Anggota Polres Rembang Aiptu Suwarjo yang Abdikan Marbot Masjid 15 Tahun di Sela Tugas Anggota Polri

"Kami punya kebiasaan makan pagi bersama dari rumah. Saat MBG dibagikan pukul 08.30 atau saat istirahat, anak-anak jadi bingung, apakah sarapan di sekolah atau di rumah dulu," jelasnya.

Ia berharap program ini tetap berjalan, namun waktunya disesuaikan dengan jadwal sekolah agar tidak bertabrakan dengan kebiasaan siswa.

SMPN 1 Sluke: Keterlambatan Distribusi dan Kendala Peralatan

Sementara itu, di SMPN 1 Sluke, animo siswa juga sangat tinggi. Ketika makanan tiba, anak-anak menyambut dengan yel-yel, bahkan meneriakkan nama Presiden Prabowo Subianto.

"Terima kasih Pak Prabowo!" seru mereka kompak.

Namun, ada kendala teknis dalam distribusi. Rencana awal, makanan akan disalurkan pukul 09.00 WIB.

Namun, kendaraan pengangkut baru tiba pukul 10.17 WIB, sehingga proses pembagian pun molor.

Di SMPN 1 Sluke, MBG disuplai oleh SPPG Mitra Mandiri milik Yayasan Manbaul Hikam H Taslim, Desa Pangkalan, Kecamatan Sluke.

Selain SMPN 1 Sluke, SPPG ini juga melayani MTS Maslakul Huda Sluke, SDN Sluke, SDN Trahan, SDN Jatisari, SDN Pangkalan, dan MI Al-Falah Dukuan, dengan total penerima 1.485 siswa.

Siswa kelas VII B, Anang, merasa bersyukur mendapatkan MBG karena ia belum sempat sarapan di rumah.

"Senang ada program ini. Tapi tadi lupa bawa air minum dan sendok. Jadi terpaksa minumnya pakai susu," ungkapnya.

Kepala Bidang Pembinaan SMP, Isti Choma Wati, menyatakan bahwa secara umum program MBG bermanfaat bagi siswa, tetapi ada beberapa hal yang perlu diperbaiki ke depan.

"Ada beberapa kendala yang perlu dibenahi. Pertama, makanan belum disertai air minum, jadi bisa disosialisasikan agar siswa membawa botol minum sendiri.

Kedua, alat makan seperti sendok dan garpu juga perlu dibawa oleh siswa. Ketiga, jadwal distribusi perlu diperbaiki agar tidak molor," sarannya.

Ia menambahkan bahwa meskipun ada kendala, jam pelajaran masih bisa disesuaikan, sehingga MBG tetap bisa berjalan dengan baik.

Baca Juga: Lasem dan Sluke Mulai Uji Coba MBG, 6.500 Porsi Dibagikan untuk Siswa di Rembang

"Alhamdulillah, tidak ada masalah besar. Sekolah bisa mencari solusi agar program ini tetap berjalan lancar," pungkasnya.

Meski masih ada kendala teknis, program MBG di Kabupaten Rembang mendapat respons positif dari siswa dan guru.

Ke depan, diharapkan distribusi makanan lebih lancar, serta fasilitas makan lebih lengkap agar program ini benar-benar memberikan manfaat maksimal bagi anak-anak. (noe)

Editor : Mahendra Aditya
#Program Makan Bergizi Gratis 2025 #rembang #program Makan Bergizi Gratis #MBG 2025 #program Makan Bergizi Gratis MBG