REMBANG – Sebanyak 21 desa di Kabupaten Rembang siap bersaing dalam Lomba Durian yang akan digelar di Pendapa Museum RA Kartini pada 22 Februari 2025.
Kompetisi ini akan menilai berbagai aspek dari durian lokal, mulai dari tampilan luar, tekstur dalam, jumlah pongge, rasa, hingga keunikannya.
Kabid Tanaman Pangan dan Hortikultura Dinas Pertanian dan Pangan (Dintanpan) Rembang, Fajar Riza Dwi Sasongko, memastikan bahwa lomba ini akan diikuti oleh 21 peserta dari desa-desa penghasil durian terbaik di Rembang.
“Kebetulan musim panen kali ini serempak, jadi kami mewajibkan desa-desa penghasil durian untuk ikut serta,” ungkap Fajar kepada Radar Kudus.
Durian Lokal Punya Karakter Khas
Fajar menjelaskan bahwa secara umum, durian dari Kabupaten Rembang memiliki karakteristik yang hampir seragam.
Dagingnya pulen, manis bercampur pahit, dan ukurannya relatif kecil. Namun, faktor pemeliharaan bisa membuat perbedaan signifikan dalam kualitas buah.
“Aspek penilaian meliputi tampilan luar, tekstur dalam, jumlah pongge, rasa, dan keunikan.
Saat ini, nama durian masih berdasarkan desa asalnya, seperti Durian Criwik, Watu Pecah, dan Trenggulunan.
Satu-satunya yang sudah terdaftar di Kementerian adalah Durian Criwik, yang telah mendapatkan pengakuan resmi,” tambahnya.
Setiap desa diwajibkan mengirimkan minimal dua buah durian untuk memastikan keseragaman.
Jika ada perbedaan mencolok antarbuah dari satu desa, maka nilai akan dikurangi.
Durian yang dilombakan harus berasal dari pohon yang tumbuh di wilayah desa masing-masing.
Syarat Ketat untuk Peserta
Untuk memastikan keaslian buah yang diperlombakan, peserta diwajibkan melampirkan surat keterangan dari kepala desa dan Koordinator Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) kecamatan.
Dokumen tersebut harus mencantumkan informasi detail seperti varietas durian, deskripsi pohon, identitas pemilik, alamat kebun, serta umur tanaman.
“Dokumen ini akan menjadi bukti otentik bahwa durian yang diikutsertakan memang berasal dari Kabupaten Rembang dan sesuai dengan standar lomba,” imbuh Fajar.
Pendaftaran peserta dilakukan melalui Koordinator PPL Kecamatan dan harus diterima oleh panitia paling lambat 20 Februari 2025 selama jam kerja.
Dengan kompetisi ini, pemerintah daerah berharap dapat memperkenalkan keunggulan durian lokal dan mendorong pengakuan varietas baru di tingkat nasional.
Berikut daftar 21 desa yang mengirimkan durian terbaiknya dalam lomba:
-
Desa Terjan, Kecamatan Kragan
-
Desa Watupecah, Kecamatan Kragan
-
Desa Woro, Kecamatan Kragan
-
Desa Tanjungsari, Kecamatan Kragan
-
Desa Bendo, Kecamatan Sluke
-
Desa Rakitan, Kecamatan Sluke
-
Desa Sendangcoyo, Kecamatan Lasem
-
Desa Gowak, Kecamatan Lasem
-
Desa Criwik, Kecamatan Pancur
-
Desa Johogunung, Kecamatan Pancur
-
Desa Trenggulunan, Kecamatan Pancur
-
Desa Ngroto, Kecamatan Pancur
-
Desa Banyuurip, Kecamatan Pancur
-
Desa Dadapan, Kecamatan Sedan
-
Desa Pakis, Kecamatan Sale
-
Desa Bitingan, Kecamatan Sale
-
Desa Banyuurip, Kecamatan Gunem
-
Desa Dowan, Kecamatan Gunem
-
Desa Pasedan, Kecamatan Bulu
-
Desa Pinggan, Kecamatan Bulu
-
Desa Sendangmulyo, Kecamatan Bulu
Dengan persaingan ketat dan keunikan masing-masing durian, ajang ini diharapkan menjadi wadah untuk mengangkat durian asli Rembang ke tingkat yang lebih tinggi.
Siapakah yang akan keluar sebagai juara? Nantikan hasilnya di lomba nanti!(*)
Editor : Mahendra Aditya