Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati pedoman media siber Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Rush Setahun di BMT BUS Lasem Rembang: Dulu Ada 116 Cabang, Kini Tinggal Belasan

Vachri Rinaldy Lutfipambudi • Sabtu, 25 Januari 2025 | 18:35 WIB
RAMPUNG PELAYANAN: Para pegawai BMT BUS Lasem berada di halaman saat jam pulang beberapa waktu lalu.
RAMPUNG PELAYANAN: Para pegawai BMT BUS Lasem berada di halaman saat jam pulang beberapa waktu lalu.

REMBANG - Koperasi Simpan Pinjam dan Pembiayaan Syariah (KSPPS) Baitul Mal wa Tamwil (BMT) Bina Umat Sejahtera (BUS) telah menutup sebagian kantor cabang.

Hal ini untuk efisiensi operasional dan biaya karyawan.

Saat ini BMT BUS sedang menghadapi masalah Kendala pencairan simpanan untuk para anggota. Kondisi ini sudah dialami sekitar setahun yang lalu.

Sekretaris Pengurus KSPPS BMT BUS Rahmat menyampaikan, total simpanan yang ada di BMT BUS sekitar Rp 880 miliar.

Dari jumlah tersebut, diperkirakan potensi penarikan sekitar separuhnya.

Sebagai upaya percepat, pihaknya sedang berupaya menjual aset dengan total sekitar Rp 480 miliar.

Selain itu, juga ada sumber lain berasal dari outstanding sekitar Rp 280 miliar.

Kemarin, para anggota KSPPS BMT Bus di wilayah Blora dan Rembang dipertemukan untuk diberikan sosialisasi terkait kondisi BMT.

Rahmat mengatakan, diantara poin yang dibahas saat audiensi tersebut adalah terkait pencairan hingga penjualan aset.

”Poin intinya, bisa dicairkan segera tidak. Kemudian cara pencairannya seperti apa, kemudian nanti solusi penjualan aset seperti apa,” katanya.

Selain itu, Rahmat mengatakan, anggota juga meminta kantor cabang agar dibuka kembali.

Namun, ia menegaskan bahwa hal tersebut tidak memungkinkan. Mengingat di operasional kantor sudah berkurang dan tidak ada pekerjaan.

”Intinya kantor-kantor cabang dibuka lagi, kan tidak mungkin. Percuma sudah tidak punya pekerjaan. Kami sudah tidak kuat gaji karyawan, kedua karyawan tidak ada pekerjaan,” katanya,

Sebelumnya, BMT yang berpusat di Kecamatan Lasem, Rembang ini memiliki 116 cabang. Dari jumlah tersebut sudah berkurang menjadi 51 cabang.

Saat ini, sebagian besar sudah ditutup sehingga menjadi sekitar 16 cabang di seluruh Indonesia.

”Terakhir kami 51 cabang kemudian ditutup mungkin sekitar 16-17 di seluruh Indonesia. Tadinya 116. Efisiensi operasional, efisiensi biaya karyawan,” katanya.

Ia menambahkan saat ini memang masih ada kantor yang beroperasi di beberapa wilayah.

”Setiap wilayah hanya satu yang buka. Seperti Lasem, di Solo ada satu, misalnya di wilayah Semarang ada di Genuk. Satu saja,” jelasnya.

Saat ini, pihaknya juga telah membuat call center bagi para anggota untuk mendaftar penarikan simpanan.

Sehingga, para anggota tidak perlu lagi datang ke kantor. Serta pencairan bisa dilakukan secara transfer.

”Daftar penarikan kan lewat call center itu. Jadi anggota tidak harus antre di kantor. Pencairan tidak harus tunai, langsung ke rekening bank masing-masing,” imbuhnya. (vah/ali)

Editor : Ali Mustofa
#rush #rembang #bmt bus #karyawan #lasem #simpanan #Penjualan Aset