Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati pedoman media siber Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Menengok Bumdesma Wijaya Kusuma di Gunem Rembang, Miliki Pendapatan Rp 1 Miliar Tiga Tahun Berturut-turut

Wisnu Aji • Kamis, 16 Januari 2025 | 17:05 WIB
LAPORAN: Direktur Bumdesma Wijaya Kusuma sampaikan pertanggungjawaban di hadapan perwakilan Dinpermades didampingi Camat, Dewan Pengawas dan Dewan Penasehat baru-baru ini.
LAPORAN: Direktur Bumdesma Wijaya Kusuma sampaikan pertanggungjawaban di hadapan perwakilan Dinpermades didampingi Camat, Dewan Pengawas dan Dewan Penasehat baru-baru ini.

REMBANG – Badan Usaha Milik Desa Bersama (Bumdesma) Wijaya Kusuma Gunem mencatatkan perkembangan positif selama tiga tahun berturut-turut, dengan rata-rata pendapatan mencapai Rp 1 miliar per tahun.

Bumdesma ini menjadi satu-satunya di Kabupaten Rembang yang mendapatkan tambahan dana fiskal desa sebagai bentuk apresiasi atas kinerjanya.

Hal tersebut disampaikan dalam Musyawarah Antar Desa (MAD) Pertanggungjawaban Bumdesma Wijaya Kusuma yang digelar di aula Kantor Kecamatan Gunem, Rabu (15/1).

Acara ini dihadiri Kabid Pengembangan dan Penataan Desa Dinpermades Rembang, Bambang Priyantoro, jajaran Forkopimcam, kepala desa, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), serta mitra terkait.

Direktur Bumdesma Wijaya Kusuma Gunem, Fuad Edi Santoso, menjelaskan bahwa perkembangan positif ini tidak terlepas dari transformasi organisasi yang dilakukan sejak 2022.

Bumdesma ini awalnya merupakan hasil Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Perdesaan (PNPM-MPd) yang stagnan sejak 2015.

"Perombakan besar-besaran dilakukan dengan amanah PP 11. Dari situ, nilai aktiva atau total kekayaan meningkat, dan kini perkembangannya mencapai Rp 1 miliar per tahun," jelas Fuad.

Bumdesma Wijaya Kusuma juga menjadi satu-satunya yang mendapat tambahan dana fiskal desa di Kabupaten Rembang, dengan nominal sebesar Rp 20 juta hingga Rp 50 juta dari beberapa desa.

Bumdesma Wijaya Kusuma mengelola berbagai unit usaha, termasuk:

1. Dana Bergulir Masyarakat (DBM): Sistem kelompok tanpa agunan.

2. Jasa Pengadaan Barang (JPB): Pemeliharaan kebutuhan alat tulis kantor (ATK) untuk 16 desa.

3. Perkreditan Barang Rumah Tangga dan Personal Loan: Kerja sama dengan KUD Margo Santoso Gunem untuk pinjaman tanpa jaminan.

Hal yang menarik, menurut Fuad, adalah inovasi terkait suku bunga pinjaman yang tidak dipatok.

"Nasabah menentukan sendiri bunga yang diberikan. Inovasi ini ternyata menarik simpati masyarakat, bahkan ada yang memberikan lebih dari target, seperti Rp 1 juta untuk pinjaman Rp 500 ribu," ungkapnya.

Camat Gunem, Kastari, memuji transparansi laporan keuangan dan variasi program yang ditawarkan oleh Bumdesma Wijaya Kusuma.

"Semoga manfaatnya semakin dirasakan masyarakat Gunem," katanya.

Sementara itu, Kabid Pengembangan dan Penataan Desa Dinpermades Rembang, Bambang Priyantoro, berharap Bumdesma ini bisa menjadi contoh bagi badan usaha serupa di daerah lain.

"Praktik baik seperti ini perlu direplikasi. Di Rembang, ada 12 Unit Pengelola Kegiatan (UPK) BKAD dan Bumdes, lima di antaranya sudah bertransformasi," katanya.

Dengan berbagai pencapaian ini, Bumdesma Wijaya Kusuma tidak hanya menjadi motor penggerak ekonomi di Gunem, tetapi juga model pengelolaan yang bisa diadopsi oleh desa-desa lain di Kabupaten Rembang. (*)

Editor : Abdul Rokhim
#Wijaya kusuma #bumdesma #rembang #Perkembangan BUMDES #BUMDes