Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Pengangguran Rendah, Angka Kemiskinan di Rembang Justru Masih Tinggi, Kok Bisa?

Vachri Rinaldy Lutfipambudi • Selasa, 31 Desember 2024 | 23:28 WIB
BERANGKAT KERJA: Karyawan pabrik sepatu berangkat kerja menuju pabrik di jalan Rembang-Pamotan tepatnya daerah Sridadi Rembang.
BERANGKAT KERJA: Karyawan pabrik sepatu berangkat kerja menuju pabrik di jalan Rembang-Pamotan tepatnya daerah Sridadi Rembang.

REMBANG – Kabupaten Rembang mencatat angka Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) yang rendah, yakni 2,84 persen kauh di bawah rata-rata Jawa Tengah yang mencapai 4,78 persen.

Bahkan, Rembang menempati posisi ketiga terendah di provinsi.

Namun, capaian ini belum mampu secara signifikan menekan angka kemiskinan yang masih berada di angka 14,02 persen.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Rembang, Afan Martadi, mengungkapkan bahwa meski angka pengangguran menurun, pendapatan masyarakat yang bekerja masih berada di bawah garis kemiskinan.

"TPT kami turun, tetapi kemiskinan tetap, atau hanya menurun sedikit. Ini menjadi fokus evaluasi kami beberapa tahun terakhir," ujar Afan.

Sementara itu, hasil diskusi dan evaluasi menunjukkan bahwa pendapatan dari masyarakat yang bekerja hanya cukup untuk kebutuhan primer, dan dalam beberapa kasus masih berada di bawah garis kemiskinan.

"Pengangguran memang turun, tetapi pendapatan mereka tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan konsumsi dasar," tambahnya.

Lebih lanjut, Afan menjelaskan, bahwa diperlukan langkah-langkah strategis untuk meningkatkan pendapatan keluarga.

Salah satu caranya adalah memberikan peluang usaha bagi anggota keluarga lain.

"Misalnya, jika bapak bekerja, maka kita bisa mengintervensi ibu melalui program pemberdayaan seperti UMKM atau pekerjaan lain yang mendukung pendapatan keluarga," jelasnya.

Program-program semacam ini diharapkan dapat menciptakan sumber pendapatan tambahan, sehingga tidak hanya satu pihak dalam keluarga yang menopang kebutuhan ekonomi.

Meski angka pengangguran rendah menjadi catatan positif, tantangan yang dihadapi Pemkab Rembang adalah memastikan pendapatan masyarakat mampu mengangkat mereka dari kemiskinan.

"Ke depan, fokus kami adalah mendorong berbagai program pemberdayaan ekonomi, sehingga angka kemiskinan dapat turun lebih signifikan," pungkas Afan.

Dengan pendekatan yang lebih komprehensif, diharapkan Rembang tidak hanya mencatat angka pengangguran yang rendah, tetapi juga meningkatkan kesejahteraan masyarakatnya. (vah/khim)

Editor : Abdul Rokhim
#pemkab rembang #pengangguran #rembang #Bappeda #kemiskinan #angka kemiskinan rembang