REMBANG – Pendirian Pabrik Gula (PG) di Desa Kemadu, Kecamatan Sulang, Kabupaten Rembang, membuka peluang besar bagi peningkatan produksi gula lokal.
Dengan potensi lahan tebu seluas lebih dari 8.000 hektare, PG Kemadu diperkirakan mampu memproduksi hingga 37.887 ton gula kristal per musim panen dengan tingkat rendemen antara 6 hingga 7 persen.
Menurut Kepala Dinas Pertanian dan Pangan (Dintanpan) Rembang, Agus Iwan Haswanto, Kabupaten Rembang memiliki total lahan tebu seluas 8.900 hektare.
Dengan rata-rata produktivitas (provitas) 60 ton per hektare, Rembang diprediksi mampu menghasilkan 534.000 ton tebu setiap musim panen.
Keberadaan PG Kemadu diharapkan dapat mengolah hasil panen tersebut secara lebih efisien.
“Secara umum, kehadiran pabrik gula ini sangat menguntungkan petani. Selain menghemat biaya pengiriman, harga yang ditawarkan juga kompetitif dibandingkan dengan pabrik gula di kabupaten lain,” jelas Agus.
Meski potensi besar telah terpetakan, progres pembangunan PG Kemadu masih menjadi tanda tanya.
Agus menyebut, hingga saat ini belum ada laporan resmi mengenai perkembangan pabrik dari pihak investor.
“Dari sisi pemerintah daerah, semua perizinan sudah rampung. Sekarang tinggal menunggu tindak lanjut dari investor untuk memulai pembangunan,” ujarnya.
Pemerintah Kabupaten Rembang sangat mendorong agar pabrik segera berdiri dan beroperasi.
Selain memperkuat kemandirian produksi gula lokal, keberadaan pabrik ini juga diharapkan dapat menyerap panen tebu petani setempat, sehingga harga menjadi lebih menguntungkan.
“Jika pabrik sudah beroperasi, bahan baku harus dipastikan mencukupi. Pemerintah siap membantu petani dengan perhitungan dan fasilitasi teknis,” tambah Agus.
Hadirnya PG Kemadu bukan hanya membawa angin segar bagi sektor pertanian, tetapi juga diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi lokal melalui penyediaan lapangan kerja dan peningkatan pendapatan petani.
Kini, masyarakat Rembang hanya bisa berharap pembangunan pabrik dapat segera direalisasikan. (noe/khim)
Editor : Abdul Rokhim