Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati pedoman media siber Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Innalillahi...Akibat Hujan dan Angin Beliung di Rembang, Lampu Jalan Rusak, Sepuluh Tiang Listrik Roboh, Listrik Padam 15 Jam

Wisnu Aji • Senin, 30 Desember 2024 | 16:15 WIB

 

PATAH: Kondisi tiang listrik PLN roboh usai diterjang hujan dan angin kencang di Japerejo, Rembang.
PATAH: Kondisi tiang listrik PLN roboh usai diterjang hujan dan angin kencang di Japerejo, Rembang.

REMBANG, Radar Kudus – Akibat hujan deras disertai puting beliung Sabtu (28/12) pukul 16.30, sepuluh tiang listrik roboh di jalur Clangapan-Pamotan, Rembang.

Akibatnya jaringan listrik dan internet di sekitar itu putus. Listrik padam 15 jam atau baru bisa menyala sekitar pukul 08.00.

Selain tiang listrik roboh, bencana itu menyebabkan belasan pohon tumbang di lokasi yang berbeda di Rembang. Empat tiang lampu ikut roboh. Empat lampu penerangan jalan harus diganti.

Jumlah rumah rusak hanya satu. Karena lokasi robohnya jaringan listrik di area terbuka. Tidak ada rumah.

Dari sepuluh tiang yang roboh itu, lima di antaranya patah. Tiang listrik yang patah langsung diganti.

Untuk menangani musibah itu, PLN menerjunkan sekitar 50 petugas. Mereka diantaranya didatangkan dari Kudus.

Kejadian hujan disertai angin kencang terjadi pada Sabtu lalu (28/12) terjadi sekitar pukul 15.30.

Mustofa, Tim Leader Teknik PLN ULP Rembang menjelaskan, listrik padam Sabtu sore area Rembang sampai Sale. Tapi tidak seluruh daerah, karena aliran listrik dialihkan dari jaringan lain.

”Jadi tak semua area padam.”

”Tidak sampai terdampak secara luas di Kecamatan Pamotan,” tegasnya.

Petugas PLN mulai bekerja, lanjutnya, sekitar pukul 20.00-21.00. Salah satu alasannya harus siapkan material dahulu. Tim pekerja tidak dari Rembang tetapi dari Kudus.

”Lebih dari 50 orang kami kerahkan. Bekerja untuk melakukan pemasangan tiang dan penyambungan jaringan,” ujarnya.

Pengalihan arus listrik, lanjutnya, tidak bisa terlalu lama. Karena itu perbaikan dilakukan segera.

”Kami sambung lagi konduktor-konduktor yang putus sampai normal,” imbuhnya.

Hingga kemarin atau Minggu pukul 08.00 jaringan listrik normal kembali.

”Petugas kami bekerja 12 jam non stop tidak tidur untuk perbaiki jaringan,” ucapnya.

Selain petugas listrik, beberapa petugas jaringan wifi melakukan penyambungan kabel. Begitu juga dengan LPJU pun sudah ditangani.

Para petugas dari Dishub melakukan perbaikan menggunakan truk crane. Mengambil dan melakukan pengecekan.

Kepala Dishub Rembang, Drupodo saat di konfirmasi sudah diidentifikasi ada empat LPJU yang dilepas dan diperbaiki.

”Sementara dilepas dulu. 3  LPJU kemungkinan bisa diperbaiki, kondisinya masih baik dan 1 LPJU rusak,” terangnya.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Rembang, Sri Jarwanti  sempat mendata belasan pohon tumbang tersebar di enam lokasi.

Berada di Kedungrejo, Mbesi (Rembang), depan SMPN 1 Lasem, Dorokandang (Lasem), Desa Pondokrejo (Bulu), desa Japerejo dan Gegersimo (Pamotan) serta desa Langgar (Sluke).

”Sudah terselesaikan Sabtu malam. Tiang listrik diselesaikan teman-teman PLN, LPJU diselesaikan Dishub,” terangnya singkat lewat pesan. (noe/zen)

 

Editor : Noor Syafaatul Udhma
#pemkab rembang #Listrik Padam 14 jam #hujan lebat #rembang #angin puting beliung #PLN (Persero)