REMBANG – Lima remaja asal Kecamatan Kragan tersesat saat mendaki menuju Puncak Argopuro, Lasem, Jumat (20/12) malam.
Kelimanya berhasil dievakuasi oleh Tim SAR Rembang setelah pencarian yang memakan waktu sekitar 2,5 jam.
Para pendaki muda tersebut berinisial S (17), I (16), V (16), F (16), dan A (16).
Mereka berasal dari dua desa berbeda di Kecamatan Kragan. Berdasarkan informasi dari Tim SAR, perjalanan dimulai dari Desa Ngeroto, Pancur, sekitar pukul 18.00 WIB.
Pendakian berlangsung selama empat jam hingga pukul 22.30 WIB, sebelum akhirnya mereka merasa kelelahan dan kehilangan arah.
Tanpa perlengkapan yang memadai dan kurangnya pengetahuan medan, kelimanya memutuskan meminta bantuan untuk dievakuasi.
Tim SAR menerima laporan pada Jumat malam dan segera bergerak ke lokasi kejadian.
Proses pencarian dimulai Sabtu dini hari pukul 00.10 WIB.
Tim dibagi menjadi dua kelompok untuk mempercepat pencarian.
“Tim 1 bergerak menuju Pos 3, sedangkan Tim 2 mencari ke arah utara melalui jalur bawah,” ungkap Komandan Tim SAR, Teguh Mursyid.
Pada pukul 01.30 WIB, Tim 2 berhasil menemukan para pendaki di ketinggian 400 meter di atas permukaan laut (mdpl). Mereka kemudian dievakuasi ke titik awal bergabung dengan Tim 1.
“Evakuasi selesai pukul 03.00 WIB, dan seluruh survivor dipulangkan ke rumah masing-masing,” tambah Teguh.
Kejadian ini menjadi pengingat bagi para pendaki, khususnya pemula, untuk selalu mempersiapkan diri sebelum mendaki. Pendakian malam hari tanpa peralatan memadai dan pengetahuan medan yang cukup bisa membahayakan keselamatan.
“Untuk keselamatan, pendaki wajib memastikan kesiapan fisik, perlengkapan, dan memahami jalur pendakian,” tegas Teguh
Gunung Argopuro, bagian dari Pegunungan Lasem, memang kerap menjadi tujuan pendakian, terutama bagi remaja. Namun, medan yang terjal dan minimnya pencahayaan di malam hari memerlukan kewaspadaan ekstra.
Dengan selesainya operasi ini, Tim SAR Rembang kembali mengingatkan masyarakat agar lebih berhati-hati saat mendaki gunung, terutama di musim hujan yang sering kali membuat jalur pendakian licin dan berbahaya. (khim)
Editor : Abdul Rokhim