REMBANG — Pasar Kambing di Desa Sumberjo, Rembang, berubah fungsi menjadi tempat pembuangan sampah liar.
Akibatnya, pemerintah daerah harus melakukan pembersihan besar-besaran menggunakan alat berat.
Dalam proses pembersihan yang dilakukan Kamis (19/12) diketahui lebih dari 50 dump truk sampah diangkut ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Landoh, Sulang.
“Total lebih dari 50 dump truk sampah sudah kami angkut ke TPA. Ini bukan tempat pembuangan akhir,” tegas Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pengelolaan Sampah Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Rembang, Wayudi Setiyanto.
Menurut Wayudi, pihaknya sebenarnya telah menyediakan empat kontainer sampah di lokasi tersebut.
Namun, karena dua kontainer rusak, hanya dua yang masih berfungsi.
Kondisi ini diperparah oleh sampah dari berbagai sumber, mulai dari pihak ketiga penebang pohon hingga sampah hotel yang dibuang langsung ke pasar kambing.
Dalam waktu satu bulan, sampah menumpuk hingga melampaui kapasitas.
“Semua sampah dibuang di sana, termasuk limbah dari hotel dan sampah hasil penebangan pohon yang dibawa dengan truk. Ini menyebabkan penumpukan yang luar biasa,” ujarnya.
Untuk mencegah kejadian serupa, DLH bersama Dinas Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil, dan Menengah (Dindagkopukm) Rembang memutuskan menutup akses ke pasar kambing.
Meski begitu, akses untuk sepeda motor dan becak masih dibuka.
“Penutupan ini sebagai langkah antisipasi agar tidak ada lagi truk yang membuang sampah di sini,” tandas Wayudi.
Tak hanya itu, Wayudi juga menerima laporan dari warga bahwa salah satu perusahaan bahkan membuang lima dump truk sampah ke area pasar kambing.
Padahal, lokasi tersebut bukan tempat pembuangan akhir resmi.
“Banyak yang ingin membuang sampah tanpa biaya. Padahal sesuai Peraturan Daerah, ada retribusi yang harus dibayarkan,” tambahnya.
Penumpukan sampah di pasar kambing ini memicu keluhan dari warga sekitar.
Selain mencemari estetika lingkungan, bau menyengat menjadi masalah serius, terutama saat musim hujan seperti sekarang.
“Baunya luar biasa menyengat. Warga sudah berusaha membakar sampah untuk mengurangi bau, tapi hasilnya tidak maksimal,” ujar Slamet Rahayu, Kepala Desa Sumberjo.
Warga berharap pemerintah dapat lebih tegas dalam menangani pelanggaran pembuangan sampah ini dan memperbaiki fasilitas pengelolaan sampah di wilayah tersebut.
Masalah sampah yang terus berulang ini menjadi tantangan besar bagi Kabupaten Rembang, terutama dalam menjaga kebersihan dan kesehatan lingkungan masyarakat. (noe/ali)
Editor : Abdul Rokhim