REMBANG – Hujan disertai angin kencang di sebagian besar wilayah Kabupaten Rembang, Rabu (27/11) petang, menyebabkan 34 lokasi jaringan listrik tertimpa pohon.
Hingga Kamis siang (28/11), PLN setempat masih memperbaiki jaringan yang terdampak.
Terjadi mulai di Kota Rembang bahkan di Jalan Pemuda evakuasi pohon tumbang di depan pertanian hingga depan kantor Kementerian Agama membutuhkan waktu cukup lama, karena ukurannya cukup besar.
Baca Juga: Soal Rendahnya Minat Investasi Sektor Pertanian di Rembang, Begini Kata Dinas
Hal serupa juga terjadi di Manggar (Sluke).
”Semua gangguan yang terjadi akibat cuaca ekstrem akibat pohon patah dan timpa jaringan,” kata Mustofa, Tim Leader Teknik PLN ULP Rembang.
Mustofa menyebutkan sebagian besar Rembang kota terdampak. Kemudian Lasem, dan Kragan dan Sarang.
”Akibat cuaca dan angin kencang banyak pohon besar maupun bambu roboh di jaringan. Rabu malam terdampak juga di Sulang, Kaliori,” terangnya.
Pohon roboh juga menyebabkan kabel putus dan peralatan rusak. Untuk perbaikan atau recofery. Setiap gangguan bisa 3 jam maksimal bisa menyala.
“Kalau kondisi banyak bisa setengah hari. Ini karena jumlah personel terbatas, sementara jumlah gangguan terlalu banyak. Jadi penanganan secara bertahap di lokasi sangat penting dan jumlah terdampak besar,” imbuhnya.
PLN juga mohon maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi. Khususnya di lokasi prioritas-prioritas.
“Bukan tidak mau membenahi satu rumah saja. PLN terus bergerak. Hampir petugas tidak ada istirahat menangani gangguan," ujarnya.
"Mohon maaf kepada masrakat Rembang. Kondisi Pilkada, perhitungan sempat ada beberapa daerah padam akibat gangguan,” pungkasnya. (noe/ali)