Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Soal Rendahnya Minat Investasi Sektor Pertanian di Rembang, Begini Kata Dinas

Wisnu Aji • Selasa, 26 November 2024 | 21:26 WIB
DIKENALKAN TEKNOLOGI: Kaum milenial diberikan kesempatan menjajal alsintan untuk mengoptimalkan lahan pertanian.
DIKENALKAN TEKNOLOGI: Kaum milenial diberikan kesempatan menjajal alsintan untuk mengoptimalkan lahan pertanian.

REMBANG – Pemerintah Kabupaten Rembang terus berupaya memetakan potensi investasi di sektor pertanian guna menarik minat investor.

Hingga kini, realisasi investasi di sektor ini dinilai masih minim dan belum tergarap optimal.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Rembang, Budiyono, menyebut sektor pertanian hanya mampu mencatat realisasi investasi sebesar Rp 22 miliar pada 2023, berada di peringkat 11.

Sementara pada 2024 hingga triwulan III, nilainya turun menjadi Rp 17,27 miliar, menjadikannya peringkat 13 dari seluruh sektor.

"Potensi sektor pertanian kita sebenarnya beragam, mulai dari hortikultura, umbi-umbian, palawija, hingga perkebunan tebu dan tembakau. Namun, realisasi investasinya masih jauh dari harapan," ujar Budiyono, Senin (25/11).

Di bidang peternakan, Rembang juga memiliki berbagai potensi seperti pembibitan ayam ras, sapi potong, ayam petelur, unggas lokal, hingga budidaya burung walet.

Meski demikian, Budiyono mengakui bahwa pengembangan sektor ini membutuhkan dorongan investasi yang lebih besar.

Untuk meningkatkan daya tarik investasi, DPMPTSP Rembang menggelar workshop bertajuk Potensi dan Peluang Investasi Sektor Pertanian.

Acara tersebut menghadirkan dua narasumber dari Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) Salatiga, yang telah melakukan studi kelayakan di sektor pertanian Rembang.

"Dari studi kelayakan yang dilakukan UKSW, potensi sektor pertanian, terutama pada hilirisasi, sangat besar. Misalnya, kita punya potensi besar dari tanaman tebu, tapi sayangnya belum ada pabrik gula untuk mengolahnya," jelas Budiyono.

Rencana pemetaan ini akan dirancang lebih menarik dengan mencantumkan informasi lengkap mengenai fasilitas yang tersedia bagi investor, seperti lokasi strategis, sumber produksi, dan kemudahan perizinan.

DPMPTSP turut mengundang pelaku usaha dari berbagai skala, termasuk industri pakan ternak berskala besar, untuk memperluas peluang kolaborasi.

Langkah ini diharapkan dapat menarik perhatian investor sekaligus memperkuat konektivitas antara sektor besar dan UMKM lokal.

"Jika pelaku usaha besar melihat potensi yang cocok, mereka bisa langsung berinvestasi atau melibatkan mitra bisnis lainnya. Sistem ini diharapkan mampu mendorong sektor pertanian kita bergerak lebih maksimal," imbuh Budiyono.

DPMPTSP Rembang optimistis melalui langkah kolaboratif ini, sektor pertanian dapat berkembang lebih pesat dan memberikan kontribusi signifikan terhadap perekonomian daerah. (vah/ali)

Editor : Abdul Rokhim
#rembang #investasi #dinas #pertanian #Rendah