Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati pedoman media siber Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Mengenal Sosok dan Profil Mbah Ma'soem, Kiai dari Lasem Rembang yang Menghabiskan Gajinya untuk Membantu Fakir Miskin di Jalanan

Vachri Rinaldy Lutfipambudi • Rabu, 31 Juli 2024 | 00:38 WIB
DI NDALEM: Nyai Hj. Maria Ulfa sedang bersama para santri di ruang tamu
DI NDALEM: Nyai Hj. Maria Ulfa sedang bersama para santri di ruang tamu

REMBANG- Kabupaten Rembang dikenal sebagai wilayah yang memiliki kiai-kiai kharismatik. 

Di antaranya ada Almarhum Kiai Haji Maimoen Zubair, Kiai Haji Mustofa Bisri ( Gus Mus ), dan Kiai Haji Bahaudin Nursalim ( Gus Baha ). 

Begitu juga para kiai pendahulu yang sempat berkiprah di Kabupaten Rembang.

Salah satunya adalah Kiai Haji Ma'soem Ahmad, atau yang juga dikenal dengan Mbah Ma'soem. 

Jejak peninggalan Mbah Ma'soem saat ini masih bisa ditemui di Desa Soditan, Lasem. 

Yakni Pondok Pesantren Al Hidayat Putri. Jawa Pos Radar Kudus pernah memgunjungi lokaso tersebut. 

Bangunan Pondok Pesantren Al Hidayat Putri menjadi saksi bisu tentang sikap Mbah Ma'soem yang dermawan.

Mbah Ma'soem sering mengahabiskan gajinya untuk membantu para warga di sepanjang jalan. 

Ya, Mbah Ma'soem memang dikenal oleh masyarakat Lasem sebagai tokoh ulama.

Beliaulah yang mendirikan pondok pesantren Al Hidayat, yang berada di Desa Soditan, Lasem. 

Sampai sekarang, pesantren ini masih eksis. Bagi Nyai Hj. Maria Ulfa, pengasuh pesantren Al Hidayat Putri sekaligus cucu dari Mbah Ma'soem ada satu pesan dari sang kakek dalam mensikapi para santri. 

Yakni apabila ada orang hendak mengaji, tidak boleh ditolak. Pesan tersebut masih ia pegang sampai sekarang. 

Halaman Pondok Pesantren Al Hidayat Putri, Desa Soditan, Lasem
Halaman Pondok Pesantren Al Hidayat Putri, Desa Soditan, Lasem

Mbah Ma'soem memang dikenal sebagai sosok yang dermawan.

Gus Afan Martadi, yang juga pengasuh Pesantren Al Hidayat Putri bercerita bahwa sebelum mendirikan pondok pada 1916, Mbah Ma'soem pernah menjalani pendidikan di berbagai pesantren dan berguru dengan para kiai ternama. 

Seperti di Kiai Haji Cholil Bangkalan dan Kiai Haji Hasyim Asyari. 

"Setelah mondok ke mana-mana Mbah Ma'soem belum langsung mendirikan pondok," kata suami dari Nyai Hj. Maria Ulfa itu. 

Mbah Ma'soem juga pernah berdagang di Jombang beberapa tahun. Setelah itu, barulah beliau mendirikan pondok pesantren.

Pendirian pondok pesantren itu diawali dengan bangunan musala yang sampai saat ini berdiri di depan Ponoes Al Hidayat Putri. 

Selain mengajar ngaji, kata Gus Affan, Mbah Ma'soem juga ikut berkiprah untuk bangsa. 

Setelah Indonesia merdeka, ulama yang lahir pada 1870 itu menjadi anggota Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR). "Atau dulu disebut konstituante," katanya. 

Hebatnya Mbah Ma'soem, lanjut Gus Affan, gaji sebagai konstituante tersebut tidak pernah masuk melewati gerbang pesantren. 

Uang gaji harus habis untuk disalurkan kepada fakir miskin. 

"Jadi dulu Mbah Ma'soem kalau dari Jakarta itu naik sepur. Misalkan bawa gaji, dikasih tahu mau berhenti di Pamotan, berhenti dikasih ke fakir miskin. Sampai di sini (ndalem) tidak bawa gaji," katanya. 

Pasca kemerdekaan, beliau juga sering berkomunikasi dengan Bung Karno untuk mengisi kemerdekaan. 

"Beberapa dokumentasi ada. Ketika Mbah Ma'soem, Mbah Wahab Chasbullah itu lagi berdiskusi dengan Bung Karno," jelasnya. 

Gus Affan bilang, jika Mbah Ma'soem tidak genap satu periode saat menjadi angggota konstituante. Ia tidak mengetahui alasan pastinya. 

"Kalau tebakan saya mungkin karena Mbah Ma'soem mengelola pesantren. Jadi fokus ke pesantren," katanya. 

Dalam mendidik para santri, Mbah Ma'soem juga terjun langsung untuk mencontohkan. Seperti jika ingin pesantren bersih, maka beliau yang langsung turun menyapu. 

Editor : Noor Syafaatul Udhma
#sejarah #Gus Baha #rembang #dermawan #kiai #Tokoh Rembang #Kiai Lasem #Kiai Rembang #Fakir Miskin