RADAR KUDUS – Sepuluh anak buah kapal (ABK) KM Soneta asal Rembang yang selamat setelah tenggelam di Perairan Karimunjawa Jepara rupanya tertahan berhari-hari di lautan. Mereka terapung selama tiga hari tiga malam dengan berpegangan jeriken.
Kepala Kantor Pencarian dan pertolongan Semarang, Budiono mengatakan KM Soneta asal Rembang mengalami kebocoran pada bagian bawah mesin tempat baling-baling kapal saat berada di Perairan Karimunjawa Jepara. Para ABK pun berusaha menyelamatkan diri dengan mengambil barang mengapung seperti jeriken.
“Selang 30 menit, KM Soneta benar-benar tenggelam. ABK yang sudah berpegangan jeriken mengapung bersama-sama,” katanya.
Mula-mula, para ABK masih bersama-sama, tetapi pada hari ketiga mereka terpisah karena gelombang yang cukup besar.
“Para ABK terombang-ambing selama 3 hari 3 malam dan berhasil ditemukan pada pukul 06.00. 6 ABK tersebut diselamatkan oleh KM Bintang Barokah yang akan bersandar di Tegal,” tuturnya.
Kemudian KM Bintang Barokah melanjutkan perjalanan ke pelabuhan Tegal pada pukul 13.00. Mereka mendapat informasi kapal jaring asal Indramayu menemukan 3 ABK lainnya.
“Melalui radio, KM Bintang Barokah mendapatkan informasi kalau Sutadi, nakhoda KM Soneta Rembang diselamatkan kapal cumi asal Jakarta. Jadi total ABK yang selamat ada 10 orang,” terangnya.
Dai menjelaskan, 9 ABK yang dibawa KM Bintang Barokah bersandar pada pukul 00.05 di Pelabuhan Tegal. Mereka lantas dibawa Polirud Polres Tegal Kota ke rumah sakit. Tujuh ABK dibawa ke RS Mitra Siaga dan dua ABK dibawa ke RSI Harapan Anda Tegal.
Editor : Noor Syafaatul Udhma