Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati pedoman media siber Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Angka Perekonomian Turun, Bupati Rembang Klaim Pertumbuaan Ekonomi Masih di atas Rata-Rata Nasional, Ini Alasannya

Vachri Rinaldy Lutfipambudi • Jumat, 26 April 2024 | 18:41 WIB
Bupati Rembang, Abdul Hafidz.
Bupati Rembang, Abdul Hafidz.

REMBANG - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rembang menyadari, angka pertumbuhan ekonomi turun jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

Meski demikian, Bupati Rembang Abdul Hafidz mengklaim capaian saat ini masih di atas rata-rata pertumbuhan ekonomi nasional. 

Bupati Rembang Abdul Hafidz menyampaikan, pertumbuhan ekonomi memang terjadi naik turun dari tahun ke tahun.

Pada 2022, Rembang berada di angka 5,5 persen.

Capaian tersebut diklaim sudah melampaui rata-rata nasional maupun provinsi.

Namun, pada tahun 2023, turun menjadi 5,2 persen. 

Meski demikian, orang nomor satu di jajaran Pemerintah Kabupaten Rembang itu menentukan, capaian tersebut juga masih di atas rata-rata provinsi maupun nasional.

Sehingga dia menilai bahwa pertumbuhan ekonomi di Rembang sudah cukup bagus.

"Kalau nasional 5,05 berarti kami masih di atasnya. Jadi pertumbuhan ekonomi cukup bagus," jelasnya.

Lebih lanjut, ia mengatakan, jika melihat angka Produk Domestik Regional Bruto (PDRB), saat ini sudah terjadi pemerataan di sejumlah sektor.

Sebab, sebelumnya PDRB Rembang masih didominasi sektor pertanian. Sekarang persentasenya sudah berimbang dengan dunia usaha. 

Dilansir dari Badan Pusat Statistik (BPS), ada tiga lapangan usaha yang memiliki bobot besar, yakni industri pengolahan sebesar 23,84 persen, pertanian, perikanan, dan kehutanan 23,42 persen, serta perdagangan besar, eceran juga reparasi mobil dan sepeda motor sebesar 13,02 persen. 

"Imbang dengan dunia usaha. Ini sudah bergeser. Kalau dulu didominasi hampir 50 persen dikuasai oleh pertanian. Tetapi sekarang dengan dunia usaha, jasa, UMKM ini akhirnya berimbang. Kisaran 23 persen," jelasnya. 

Melihat data tersebut, ia menilai saat ini pertumbuhan sudah hampir merata karena adanya pergeseran persentase sektor-sektor penyumbang PDRB.

"Ini menunjukkan bahwa pertumbuhan yang melalui PDRB kelihatannya sudah hampir merata. Karena bergeser. Jasa kami sudah menguasai. Yang masih lemah dari pertmabangan," imbuhnya. (vah/ali) 

Editor : Abdul Rokhim
#Abdul Hafidz #bupati #rembang #pertumbuhan ekonomi #Perekonomian