REMBANG – Ambruknya sekolah di SD Ngotet, Rembang dan Karas, Sedan jadi catatan khusus Bupati Abdul Hafidz.
Atas insiden itu Hafidz meminta dinas pendidikan untuk lebih rutin melakukan pengecekan bangunan.
Termasuk juga para kepala desa bisa turut melapor jika ada temuan sekolah rusak.
”Saya minta Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olaharaga (Dindikpora). Dan saya minta tolong bapak dan ibu kepala desa, sekolah-sekolah yang ada di desa di cek,” ujarnya.
Menurutnya, jika di lapangan ditemukan sekolah yang membahayakan segera lapor.
Supaya cepat ditangani. “Jangan sampai terjadi sekolah ambruk tanpa ada kejelasan perencana," ujarnya.
Baca Juga: Tak Main-main! Nekat Buka saat Ramadan, Izin Usaha Hiburan Karaoke di Pati Terancam Dicabut
"Itu pengalaman saya yang sangat bahaya kalau tidak bisa menindak lanjuti,” lanjutnya.
Sebelumnya Dindikpora Rembang gerak cepat.
Tinjau atap gedung kelas VI SDN Karas, Sedan yang Sabtu lalu (17/2) porak-poranda.
Diduga konstruksi bangunan sudah lapuk dan rapuh.
Tidak ada kerugian jiwa. Hanya kerugian materiil sekira Rp 150 juta.
Sebelumnya Dindikpora juga sudah kumpulkan seluruh kepala sekolah.
Sudah menghitung tingkat kerusakan. Sekolah sudah diajari.
Kalau perhitungan tingkat kerusakan masuk di data pokok pendidikan (dapodik). (noe/ali)
Editor : Noor Syafaatul Udhma