REMBANG – Berikut ini informasi terkait identitas 14 anak buah kapal (ABK) Kapal Motor (KM) Berkah Aminah 2 yang dikabarkan karam di Perairan Madura.
Sebelumnya, Kapal Motor (KM) Berkah Aminah 2 dikabarkan tenggelam di Perairan Utara Sumenep, Madura, Jumat (26/1) lalu.
Kapal tersebut mengangkut 14 anak buah kapal (ABK) yang mayoritas warga Kabupaten Rembang, Jawa Tengah.
Akibat musibah ini, tiga orang dikabarkan meninggal dunia, satu selamat dan lainnya masih dalam pencarian.
Adapun, korban selamat diketahui bernama Bagus Triyono, asal Desa Nepung, Kecamatan/Kabupaten Pati.
Hal itu dikonfirmasi Kapos Pol Airud Tuban, Joko Nurcahyo pada Senin (29/1)
Joko menyebutkan, untuk identitas para korban masih terus dipastikan.
Berdasarkan laporan sementara yang ia peroleh pada Minggu (28/1) ditemukan 2 orang di Kangean, Jawa Timur dan infonya sudah dimakamkan.
“Lalu ada kabar hari Senin (29/1) ada 1 penemuan korban lagi. Masih kami koordinasikan dengan Kapolsek Sat Pol Sumenep. Karena identitas belum kami ketahui pasti,” terangnya.
Sebelumnya, kapal KM Berkah Aminah 2 dikabarkan berangkat melaut dari Pelabuhan Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Bulu, Kecamatan Bancar, Tuban, Sabtu (20/1) sekira pukul 22.00 WIB.
Setelah berlayar, diduga kapal tenggelam lantaran adanya kebocoran di bagian buritan bawah kapal.
Sementara itu, dari informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Kudus, adapun identitas 14 ABK tersebut ialah :
1. Suranto (Juru mudi) asal Rembang
2. Eko alias Ceplis Montoris asal Rembang
3. Gito asal Rembang
4. Dono asal Pati
5. Duki asal Pati
6. Arifin asal Rembang
7. Verly asal Rembang
8. Dedy Prasetyo asal Rembang
9. Mul asal Rembang
10. Jodi asal Rembang
11. Man asal Juwana
12. Paiman asal Rembang
13. Karjani asal Tuban
14. Bagus Triyono (korban selamat) asal Pati
Tim Sar Kesulitan Temukan Posisi Kapal
Sementara, itu Tim SAR mendapati kendala dalam misi pencarian kapal KM Aminah Berkah 2 yang tenggelam di Perairan Utara Sumenep, Madura.
Dilansir dari Radar Tuban, pada misi pencarian kapal KM Amina Berkah 2, tim SAR mengacu pada aplikasi SAR Map.
Aplikasi tersebut bisa menentukan titik koordinat hilangnya kapal hingga melihat kecepatan angin dan juga arus laut.
Hal itu diungkapkan Kasi Operasional Kantor SAR Surabaya Mahmud Efendi.
"Gridnya mengarah ke Madura," imbuhnya.
Petugas juga menemukan fakta baru bahwa KM Amina Berkah 2 belum dipasangi emergency position-indicating radio beacon (EPIRB).
Alat tersebut adalah navigasi yang seharusnya wajib dimiliki oleh semua jenis kapal untuk keamanan ketika berlayar.
Ketiadaan alat tersebut pada kapal Aminah 2 menyulitkan tim SAR menemukan titik lokasi kapal.
Jika dipasangi alat tersebut, bisa lebih cepat menemukan kapal yang hilang,’’ tandasnya.
(noe/ali/khim)
Editor : Dzikrina Abdillah