REMBANG — Saat berkunjung ke Kabupaten Rembang, tidak lengkap rasanya bila anda tidak mencicipi berbagai kulinernya yang istimewa.
Salah satunya adalah soto santan Khas Rembang dengan toping tambahan kuah sate srepeh.
Menu kuliner khas Rembang satu ini sangat cocok disajikan saat musim hujan seperti sekarang ini.
Kuliner soto santan khas Rembang ini dapat anda temukan di berbagai sudut Kota Rembang.
Salah satunya, dapat anda temukan di warung makan “Soto Ceria” di Kecamatan Rembang kota.
Warung makan “Soto Ceria” berlokasi Jl. KS Tubun, Jalan Grajen No.23, Kedungsingkil, Sumberjo, Kecamatan Rembang.
Warung "Soto Ceria" buka setiap pagi pukul 05.30 dan tutup pukul 10.30.
Lantas apa yang istimewa dari soto santan khas Rembang di warung tersebut?
Pemilik warung "Soto Ceria", Sulistiyowarni menyampaikan keistimewaan soto Rembang buatanya terletak dari penggunaan santan.
Ia menggunakan racikan bumbu santan kental. Inilah yang membuat cita rasanya beda.
”Sekilas mirip dengan Soto Kudus. Bumbunya lain. Kalau soto Rembang kuah menggunaan santan kental. Begitupun untuk kuah sate serepeh sendiri, gunakan santan paling kental dan cabai,” kata Sulistiyowarni ditemui di tempat usahanya.
Kuah soto santan khas Rembang memiliki isian komplit mulai dari tauge, suwiran daging ayam, kecap, seledri dicampur jadi satu.
Kelezatan tersebut ditambah dengan bumbu sate serepeh ada bawang merahnya.
Soto santan khas Rembang dimasak menggunakan tungku yang dipanaskan di atas arang.
Inilah yang membuat soto santan khas Rembang menjadi berbeda dan memiliki cita rasa yang khas.
”Ciri khas soto Rembang pakai arang. Tapi ada juga pakai kompor. Ini ciri khas orang tua. Resep turun temurun yang kita pertahankan,” terangnya.
Sulistyowati mengatakan, nenek moyangnya sudah berjualan sekira 40 tahun.
Dari resep mertua Rasminah, kakaknya dan Sulistiyowarni sendiri.
Dimana setiap harinya rata-rata lebih dari 50 porsi keatas terjual.
Soto santan di warung "Soto Ceria" hanya dibandrol dengan harga Rp 7 ribu per porsi.
Sedangkan untuk tambahanya ada satu sate serepeh yang satu tusuknya Rp 2.500.(noe)
Editor : Dzikrina Abdillah