Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Soal Lonjakan Kasus Demam Berdarah di Rembang, Begini Kata Dinas

Vachri Rinaldy Lutfipambudi • Kamis, 18 Januari 2024 | 01:10 WIB

 

HAJAR DBD: Petugas DKK Rembang melaksanakan fogging di Desa Meteseh, Kaliori baru-baru ini.
HAJAR DBD: Petugas DKK Rembang melaksanakan fogging di Desa Meteseh, Kaliori baru-baru ini.

REMBANG - Lonjakan kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Rembang dipengaruhi beberapa faktor.

Salah satunya adalah tingkat kesadaran masyarakat yang masih rendah dalam Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN).

Diberitakan Jawa Pos Radar Kudus sebelumnya, pada Desember 2023 sampai dengan Januari 2024, terdapat peningkatan kasus yang signifikan. Pada akhir tahun lalu, tercatat ada 19 kasus.

Baca Juga: Nasabah Mengular, BMT Harum Rembang Cicil Pencairan Dana Rp 150 Ribu Tiap Pekan

Saat ini, penderita DBD sudah menyentuh 33 kasus. Bahkan ruang perawatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr R Soetrasno Rembang sempat penuh.

Sementara itu, jika ditotal selama tahun 2023, di Kota Santri terdapat 182 kasus yang sudah terkonfirmasi. Enam diantaranya meninggal dunia.

Kepala Bidang Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Rembang Rehulina menjelaskan, peningkatan kasus DBD tersebut dipengaruhi beberapa faktor. Diantaranya adalah kesadaran masyarakat dalam melakukan PSN.

"Kesadarannya memang masih rendah. Terbukti angka bebas jentiknya kurang dari 95 persen. Jadi masih sekitar 80 persen. Jadi masih banyak desa atau wilayah yang angka bebas jentiknya rendah," katanya.

Selain itu, kenaikan kasus juga dipengaruhi faktor pergantian musim dari kemarau ke penghujan. Sehingga bisa mendukung peningkatan perkembangan nyamuk.

"Tingkat intensitas hujan tinggi dan kelembabannya tinggi ini sangat menguntungkan perkembangan nyamuk cepat," katanya.

Saat ini pihaknya sudah melakukan fogging ke desa yang terdapat penderita DBD.

Baru-baru ini, pengasapan dilaksanakan di Desa Meteseh, Kaliori.

Baca Juga: Nasabah Mengular, BMT Harum Rembang Cicil Pencairan Dana Rp 150 Ribu Tiap Pekan

Informasi yang diterima Jawa Pos Radar Kudus, di sana sudah ada enam warga terkonfirmasi DBD.

Beberapa rumah di RT 1 RW 4 dilakukan fogging. Tidak hanya di jalan dan gang-gang, petugas juga mengasapi area selokan hingga dalam rumah warga.

Jaka Prasetya, salah satu petugas Fogging menyampaikan, pengasapan yang dilaksanakan di Desa Meteseh ini sudah dilaksanakan dua kali.

"Fogging untuk menanggulangi perkembangan nyamuk demam berdarah. Ini menyasar di Desa Meteseh ini sudah kegiatan kedua kali," katanya.

Langkah ini diambil karena di Desa ini terdapat kasus DBD. Menurutnya saat ini DBD memang sudah berkembang di beberapa wilayah di Rembang.

Setelah di Meteseh, DKK Rembang juga berencana melaksanakan fogging di beberapa wilayah lain. Diantaranya Desa Labuhan, Tegaldowo, Kedungrejo, dan Tuyuhan. (vah/khim)

Editor : Abdul Rokhim
#rsud #demam berdarah #lonjakan #rembang #dbd