REMBANG - Aggota Baitul Mal Wa Tanwil (BMT) Harum masih terus meminta pencairan simpanan.
Meskipun hanya menerima Rp 150 ribu setiap pekan.
Pihak BMT Harum menyatakan ada beberapa skala prioritas untuk pencairan.
Pantauan Jawa Pos Radar Kudus di Kantor BMT Harum pada Selasa (16/1) nampak masih ada aktivitas sekitar pukul 13.00 WIB.
Para anggota tampak mengular dengan mengantre di kursi tunggu. Ada juga yang berdiri di depan teller.
Diberitakan sebelumnya, lembaga keuangan yang terletak di Jalan Pemuda Rembang ini memang sedang dihantam rush.
Para anggotanya menarik simpanan secara masif.
Sehingga berpengaruh pada alur kas.
Baca Juga: Penanganan Kredit Macet di BMT Harum Rembang Tak Bisa Sat Set, Kuasa Hukum Buka Suara
Saat ini, pihak pengurus sedang mempersiapkan berbagai opsi solusi.
Diantaranya dengan menjual aset, penanganan pembiayaan, hingga efisiensi.
Direktur Utama BMT Harum Agus Sutrisno menyampaikan, pihaknya akan bertanggung jawab penuh atas kondisi ini.
Ia mengakui untuk sementara waktu pencairan hanya bisa dilakukan bertahap.
Pihaknya memastikan dana para anggota bisa kembali meskipun butuh proses.
"Pelayanan tetap kami jalankan, kantor tetap kami operasionalkan walaupun terbatas. Pencairan juga bertahap," katanya.
Pihaknya juga memiliki skala prioritas dalam melakukan pencairan.
Seperti apabila ada anggota yang memang benar-benar memiliki kebutuhan mendesak.
"Ada beberapa prioritas yang memang bisa kami dahulukan. Karena untuk berobat atau operasi dan sebagainya. Yang kedua urusannya untuk pendidikan atau sekolah, yang ketiga urusannya dengan hajatan, kemudian urusannya untuk umrah dan haji. Namun demikian akan kami sesuaikan dengan cash flow yang ada," ungkapnya.
Sementara itu, Jawa Pos Radar Kudus sempat menemui salah satu anggota yang melakukan pencairan pada Selasa (16/1).
Ia merupakan seorang perempuan paruh baya yang sehari-hari berdagang.
Sumber yang tidak disebutkan namanya itu mengaku memiliki simpanan sekitar Rp 20 juta.
Setiap sepekan sekali ia mendatangi kantor BMT Harum, untuk mencairkan simpanannya. Meskipun dalam sekali pencairan terkadang diberi Rp 150 ribu atau Rp 200 ribu.
Meski demikian, dia memilih telaten mendatangi BMT Harum, yang penting uangnya bisa cair untuk merawat cucu.
"Setiap Selasa, dulunya dapat Rp 200 ribu," katanya.
Baca Juga: Penanganan Kredit Macet di BMT Harum Rembang Tak Bisa Sat Set, Kuasa Hukum Buka Suara
Beberapa anggota lain ada yang memilih menunjuk kuasa hukum untuk mengurus pencairan simpanan.
Munim, salah satu pengacara di Rembang mengaku ada enam orang anggota yang memberi kuasa kepadanya.
"Kalau kami total hampir Rp 1,8 miliar," katanya.
Pihaknya sudah melayangkan surat somasi ke BMT Harum dan sudah berencana mediasi.
Namun sampai hingga Selasa (16/1) belum terlaksana.
Ia berharap ada pertemuan dan jawaban dengan memberikan kepastian hukum.
Baca Juga: Penanganan Kredit Macet di BMT Harum Rembang Tak Bisa Sat Set, Kuasa Hukum Buka Suara
"Kalau mampu membayar ya kapan, kalau tidak mampu membayar ya solusinya bagaimana," katanya.
Ia juga meminta pihak pengelola bisa terbuka kepada para anggota. (vah/ali)
Editor : Abdul Rokhim